Berita

Tersangka Korupsi Dana Desa, Pak Kades Menghilang 

LABUHANBATU, FaseBerita.ID -Kepala Desa (Kades) Bulungihit Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu, Sarpin (48) dinyatakan menghilang. Oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat, tersangka korupsi dana desa tahun 2016-2019 senilai Rp960 juta, masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Labuhanbatu, M Husairi, Selasa (22/9) menerangkan, Sarpin tidak pernah menghadiri panggilan jaksa setelah ditetapkan menjadi tersangka. Akhirnya, Kejari Rantauprapat mengeluarkan surat DPO terhadap Sarpin.

Terakhir, ia dipanggil Kamis (19/9). Namun Sarpin tidak hadir. Sehingga Kejari resmi menyatakan Sarpin DPO.

“Surat DPO diterbitkan setelah yang bersangkutan tiga kali tidak hadir dipanggil untuk menghadap penyidik,” jelas Husairi.

Sempat diinformasikan, tersangka akan datang ke Kejari Labuhanbatu dengan diantar Bendahara Desa ke Simpang Marbau. Nmaun hingga malam, yang bersangkutan tidak kunjung hadir.

” Sudah diantar sampai ke simpang Merbau dan selanjutnya naik bus ke Rantauprapat, tapi sampai malam tidak datang,” sebut Husairi.

Diterangkan Husairi, Sarpin berpostur gempal, tinggi 160 senti meter, wajah lonjong, dan kulit sawo matang.

” kami meminta masyarakat yang melihat Sarpan (Kades Bulunghit) agar dapat memberikan informasi ke kantor Kejaksaan Negeri Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu ,” tambah Husairi.

Sementara Kasi Intelijen Kejari Labuhanbatu Syahron Hasibuan, masa kedaluwarsa kasus tindak pidana korupsi selama 18 tahun.

“Masa penuntutan, sesuai Pasal 78 ayat 1 KUHPidana, kedaluwarsa penuntutan pidana yang diancam pidana mati atau pidana seumur hidup sesudah 18 tahun. Pidana korupsi masuk dalam kategori itu,” sebutnya.

Dalam surat DPO juga dituliskan agar masyarakat yang mengetahui keberadaan yang bersangkutan untuk melapor ke Kejari Labuhanbatu di Jalan Sisingamangaraja No 50, atau kontak (0624)-21192.(oen/fi)



Pascasarjana


Unefa
Back to top button