Berita

Terkait Wartawan dan Aktivis LSM Dibunuh di Kebun Sawit

Sepedamotor dan 2 Hp Ditemukan di Lokasi  

FaseBerita.ID – Tewasnya Maraden Sianipar (52) seorang wartawan dan rekannya Maratua P Siregar alias Sanjai (52) yang merupakan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) masih misterius. Meskipun ada indikasi keduanya dibunuh, namun belum diketahui motifnya.

Apalagi, sepedamotor yang dibawa kedua korban dan dua unit handphone (Hp) ditemukan utuh di lokasi penemuan mayat, di perkebunan kelapa sawit milik PT SAB/KSU Amelia, di Dusun VI, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu.

Jumat (1/11/2019) sekira pukul 08.00 WIB jenazah Sanjai, warga Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu, tiba di Instalasi Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasemen Saragih Pematangsiantar. Sehari sebelumnya, Kamis (31/10/2019) jenazah rekannya, Maraden sudah duluan diotopsi di rumah sakit yang sama.

Informasi dihimpun, jenazah Maraden ditemukan polisi dengan kondisi tubuh penuh luka bacok, Rabu (30/10) sore. Jenazahnya ditemukan di dalam parit di areal perkebunan kelapa sawit milik PT SAB/KSU Amelia, setelah sebelumnya dilakukan pencarian.

Keesokan harinya, Kamis (31/10/2019) pagi jenazah Sanjai ditemukan, sekitar 200 meter dari penemuan mayat Maraden.

“Kedua mayat sudah kita temukan. Kita sudah melakukan penyelidikan lebih dalam. Pelakunya kita upayakan segera tertangkap,” terang Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto.

Sebelum ditemukan tewas, kedua korban tak bisa dihubungi. Sehingga rekan keduanya, yang kebetulan sepedamotor miliknya dibawa korban, Burhan Nasution, melapor ke polsek Panai Hilir.

Kepada polisi, Burhan mengatakan, Selasa (29/10/2019) Maraden dan Sanjai meminjam sepedamotor miliknya. Namun, hingga Rabu (30/10/2019) sepedamotor tak kunjung dikembalikan. Hp kedua korban tidak bisa dihubungi.

“Hp Pak Sanjai memang tak aktif. Kalau Hp Maraden aktif, tapi tak diangkatnya,” kata Burhan kepada polisi.

Sementara, BN warga Sei Sialai Desa Wonosari, teman kedua korban menuturkan. awalnya, Maraden dan Sanjai berniat masuk ke areal perkebunan kelapa sawit PT SAB/KSU Amelia. Diketahuinya, kedua korban masuk ke arel perkebunan kelapa sawit, Selasa (29/10/2019) sekira pukul 13.00 WIB. Namun pukul 15.30 WIB hingga malam, Hp keduanya tidak bisa dihubungi.

Karenanya, bersama Burhan Nasution,  BN membuat laporan ke Polsek Panai Hilir, Rabu (30/10/2019). Lantas, bersama polisi keduanya mencari keberadaan kedua korban.

Sekira pukul 18.00 WIB, Maraden ditemukan di dalam parit sudah tak bernyawa. Tangan, kepala, dan bagian tubuh lainnya penuh luka bacok. Kemudian di perutnya terdapat luka tusukan.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya. Personel Polsek Panai Hilir dibantu dari Polres Labuhanbatu mencari Sanjai. Sanjai pun ditemukan dengan kondisi yang nyaris sama dengan rekannya.

Di lokasi penemuan mayat, juga ditemukan satu unit sepedamotor milik Burhan yang sebelumnya digunakan kedua korban. Selain itu, polisi menemukan dua unit Hp milik korban.

Jumat (1/11/2019) siang, Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto mengaku belum mengetahui motif pelaku menghabisi kedua korban.

“Pokoknya kita segera tuntaskan. Kebetulan, kami juga dibantu dari Polres Labuhanbatu,” janjinya. (mag-03)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close