Berita

Terkait PHK Sepihak: Mediasi Pertama Belum Temukan Kesepakatan antara Yaadil dan PT CPA

FaseBerita.ID – Terkait laporan Yaadil Fao Zebua (31) yang merasa dipecat secara sepihak oleh PT CPA (Cahaya Andika Pelita) dan tidak mendapatkan pesangon pada Rabu (23/9) lalu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tapteng lakukan mediasi antara kedua belah pihak, pada Kamis (2/10), namun belum menemukan kesepakatan sehingga akan dijadwalkan mediasi kedua.

Kepala Bidang (Kabid) Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Tapteng, Nasaruddin Pulungan saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pertemuan pertama antara Yaadil dan pihak PT CPA yang dilakukan di kantor Disnaker belum menemukan kesepakatan.

“Atas informasi-informasi yang kita dapat dari perusahaan (PT CPA,red) dan karyawan (Yaadil,red), setelah kita analisa kita ambil suatu kebijakan dan kita berikan suatu pendapat kepada karyawan, dia nampaknya belum dapat menerima, itu wajar-wajar saja karena singkat sekali pertemuan. Namun atas tidak ada kesepahaman disini, kita adakan mediasi berikutnya, kita lihat waktu yang tepat,” ujar Nasaruddin kepada awak media saat ditemui di kantornya.

Disinggung sejauh mana kemungkinan akan terpenuhinya tuntutan akan hak karyawan (Yaadil,red) bila merujuk tentang Undang Undang Tenaga Kerja, Nasaruddin mengaku belum dapat memberikan penjelasan dikarenakan pihaknya belum sampai ke tahap tersebut dalam melakukan pembahasan.

“Inilah kita yang belum sampai di situ pembahasannya, mungkin untuk sesi berikutnya. Kita akan tanyakan sesuai masa kerja, kan banyak lagi itu hitung-hitungannya sesuai masa kerja, mulai dari mana, itulah yang mau dipenuhi (bukti,red) sama si karyawan ini,” katanya.

Sementara, Yaadil Fao Zebua menyampaikan terimakasi kepada pihak Disnaker Tapteng yang telah cepat merespon laporannya dan memediasi dirinya dengan pihak PT CPA.

Baca sebelumnya: Merasa Dipecat Sepihak Tanpa Pesangon, Yaadil Laporkan PT CPA

“Terimakasih kepada Disnaker Tapteng, sangat merespon atas keluhan yang saya sampaikan. Tapi tadi belum ada hasil pertemuan itu, jadi akan dilakukan lagi pertemuan kedua sesuai arahan dari pihak Disnaker,” ucap Yaadil.

Yaadil berharap, kedepan dengan telah sampainya persoalan itu dan telah ditangani oleh pihak Disnaker Tapteng, maka hak nya sebagai karyawan bisa ia dapatkan.

“Sekarang ini kan sudah ditangi Disnaker, semogalah pak hak saya yang belum saya dapatkan bisa saya dapatkan nantinya,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, Yaadil Fao Zebua (31) seorang karyawan yang mengaku di pecat sepihak tanpa mendapatkan pesangon pada tanggal 21 Agustus 2020 oleh perusahaan akhirnya melaporkan PT. Cahaya Pelita Andika (CPA) tempatnya bekerja yang berada di Desa Sijagojago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ke pihak Dinas Tenaga Kerja Tapteng, Rabu (23/9).

Yaadil mengatakan, dirinya telah mengabdikan diri selama 6 tahun sebelum di pindahkan (mutasi) dari PT BPJ (Bina Pitri Jaya). Kedua perusahaan yang bergerak pada bidang perkebunan kelapa sawit ini, merupakan anak perusahaan PT AEP (Anglo Eastern Plantations) grup.

Yaadil yang memiliki dua anak masih balita ini menyebutkan bahwa dirinya diberhentikan secara sepihak oleh PT CPA, lantaran keluhan yang dia sampaikan mengenai sistem kerja yang dinilainya tidak efisien, kemudian tempat bermukim yang tidak layak huni kemudian minus sarana air bersih.

“Kerja saya memanen pak, jadi lokasi bekerja itu penuh lumpur dan semak tidak bersih, harus mengeluarkan tenaga ekstra setiap hari, jadi bagaimana bisa dapat banyak hasil panen. Ini juga mempengaruhi upah saya yang semakin berkurang,” ujar Yaadil kepada wartawan, Kamis, (24/9).

“Setiap hari saya harus mengangkat air jaraknya seratus meter, rumah juga kumuh dan banyak bocornya, itu juga yang saya keluhkan, karena anak-anak saya masih balita tapi masih juga tidak direspon oleh perusahaan,” tambah Yaadil.

Tidak hanya mengeluhkan kedua hal itu, Yaadil mengatakan selama dua bulan terakhir, dirinya sedang dalam tahap pemulihan namun terpaksa bekerja meski dengan sistem harian.

“Saya dalam kontrol kesehatan, seharusnya saya kan istirahat tapi saya memilih tetap bekerja juga atas perintah asisten bernama Herman,” ucapnya.

Yaadil tidak menyangka, atas sejumlah keluhan tersebut, dia akhirnya diganjar dengan surat pengunduran diri secara sepihak yang dibuat oleh perusahaan. Itupun tanpa surat teguran sebelumnya.

“Tepat pada 24 Agustus 2020 itu jam sembilan malam, saya diberikan enam surat, isinya surat pengunduran diri secara sepihak, padahal saya tidak pernah mengajukan pengunduran diri, kemudian surat panggilan kerja sampai yang ke tiga, tidak ada juga teguran sebelumnya. Aku duga pihak perusahaan sengaja ingin memecat tanpa alasan jelas agar tidak dapat pesangon itulah buktinya,” katanya sembari berharap persoalan yang menimpanya dapat diselesaikan usai dirinya mengadukan hal itu kepada Dinas Tenaga Kerja Tapteng.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Tapteng, Nasaruddin Pulungan membenarkan pihaknya telah menerima laporan Yaadil Fao Zebua.

“Laporannya sudah kita terima yang isinya pemecatan sepihak, jadi itu nanti proses nya akan kita panggil kedua belah pihak. Gimana nanti jalan terbaiknya harus diselesaikan secara kekeluargaan,” sebut Nasaruddin. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button