Berita

Terkait Pemintaan Pemungutan Suara Ulang, KPU Tunggu Laporan KPPS

KISARAN, FaseBerita.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Asahan sampai saat ini masih menunggu laporan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) terkait adanya wacana pemilu ulang jika harus dilakukan disejumlah TPS yang warganya batal mencoblos karena kekurangan surat suara.

“Kalau soal itu (wacana pemungutan ulang) kita tunggu laporan dari KPPS. Baru KPU bisa merekomendasikannya dan kalau harus dilakukan pemungutan suara ulang,” kata Hidayat SP saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan di kantornya, Jumat (19/4).

Namun, sampai saat ini Hidayat menambahkan belum adanya laporan dari KPPS tersebut ke KPU. Sehingga dimungkinkan proses tahapan pemilu di Asahan berjalan sesuai dengan jadwalnya.

“Sampai sejauh ini belum ada. Kalaupun dilakukan PSU (Pemungutan Suara Ulang) bisa dilakukan selambat-lambatnya sepuluh hari setelah tanggal 17 kemarin,” ujarnya.

Saat ini, KPU Asahan tengah mempersiapkan dan menunggu hasil perhitungan suara tingkat kecamatan yang mulai dilakukan sampai tanggal 4 Mei 2019. Sementara itu, dia juga meyakini angka partisipasi masyarakat di Kabupaten Asahan dalam Pemilu terbilang tinggi tanpa merincikan. Hidayat menyebutkan partisipasi masyarakat Asahan diatas 72 persen.

Sebelumnya, dikabarkan ada puluhan pemilih di Kecamatan Kota Kisaran Timur kekurangan surat suara dan tak bisa mencoblos pilihan politik mereka. Kekurangan surat suara itu, terjadi pada sejumlah TPS diantaranya di Kelurahan Siumbut Umbut dan Selawan untuk surat suara Capres dan Caleg DRPD Kabupaten.

“Iya sudah ada dua warga yang melaporkan itu ke kita (Bawaslu) terkait surat suara yang kurang dan warga tak bisa mencoblos,” kata Husni Musfota, Ketua Panwascam Kecamatan Kota Kisaran Timur kepada kepada wartawan, Kamis (18/4).

Saat ini, dirinya tengah menyusun keterangan dan saksi saksi dari pelapor. Kekurangan surat suara pada TPS merupakan salah satu potensi pidana Pemilu, sebab merugikan hak politik warga yang akan memilih.

“Kami akan melakukan kajian terhadap laporan itu, dengan terlebih dahulu meminta keterangan dari petugas KPPS di TPS yang terjadi kekurangan surat suara itu,” jelasnya.

Dia mengatakan, sebelumnya juga telah mendapatkan informasi kekurangan surat suara pada sejumlah TPS khususnya di Kecamatan Kisaran Timur. Namun dibeberapa TPS bisa diatasi karena mengambil sisa cadangan surat suara pada TPS lainnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang tidak dapat menyalurkan hak suaranya, menyatakan kekecewaannya. Pasalnya perhelatan yang dilaksanakan sekali dalam lima tahun ini sangat menentukan masa depan bangsa ke depannya.

“Kecewa tapi mau bagaimana lagi, semoga saja yang menang bisa membawa bangsa ini jadi semakin baik lagi,” kata warga. (Bay/Per)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button