Berita

Terkait Oknum Kades Diduga Aniaya Sekuriti: Tak Ada Kupukul, Hanya Kudorong

KISARAN, FaseBerita.ID – Oknum Kades berinisial JK (45) yang diduga menganiaya seorang sekuriti PT Padasa Enam Utama (PEU) akhirnya angkat bicara soal kasus yang menimpanya.

Dengan tegas JK menolak tuduhan tersebut. “Waktu itu bercandanya aku sama dia di warung tuak. Kubilang ‘sudah bisalah kita langsir sawit PT Padasa dari kebun’. Kemudian dia marah-marah. Tidak ada kupukul dia hanya kudorong. Kemudian dia menendang anjing dan mengatakan ‘kujadikan tambul kau nanti’. Melihat situasi itu, kawan-kawan saya melerai,” terang JK didampingi dua warga saat memberi penjelasan kepada awak media dan sejumlah LSM di Kisaran, Kamis malam (4/3).

Hal serupa disampaikan dua warga yang merupakan rekan JK. Mereka mengaku siap dipanggil kalau harus jadi saksi.

“Kita siap jadi saksi terkait tuduhan penganiayaan yang dilakukan Kades. Memang betulnya yang dibilang kades. Tak ada dia (securiti-red) dipukul. Memang sempat terjadi aksi saling dorong dan kita memisah mereka. Kejadian itu malam hari. Mungkin ada yang berusaha memukul, makanya ia terluka. Memang awalnya bergurau. Kemudian sekuriti itu berteriak sambil mengatakan ‘tak peduli aku walaupun kades. Kalau mencuri sawit PT Padasa kutangkap’. Itulah awal keributanya,” sebut salahsatu warga yang tidak mau namanya dipublikasikan ke media.

Keduanya juga mengakui kalau kejadian itu berada di warung tuak, bukan di wilayah HGU PT Padasa Enam Utama.

Sementara sejumlah Lembara Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Investigasi Nasional (BIN) juga mengatakan, kades adalah sosok figur seharusnya tak boleh bersikap sembarangan dan berusaha menjadi contoh terbaik di desa.



Pascasarjana

Unefa
1 2Laman berikutnya
Back to top button