Berita

Terkait 2 Oknum Satpol PP dan Damkar Positif Narkoba: Sekda Belum Terima Laporan Tertulis

FaseBerita.ID – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Labuhanbatu belum memberikan laporan tertulis terkait hasil tes urine yang dilakukan Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Labuhanbatu terhadap seluruh pegawai kepada Sekretaris Daerah (Sekda).

Hal tersebut dikatakan Sekda Labuhanbatu M Yusuf Siagian, Senin (2/11) siang melalui smabungan telepon seluler.

“Saya belum terima laporannya. Sudah saya minta itu. Coba konfirmasi ke Kasatpol PP ya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Labuhanbatu Yunus mengaku pihaknya belum menyerahkan laporan tertulis atas hasil tes urine yang dilakukan BNN September lalu.

“Belum kami laporkan secara tertulis kepada Sekda. Namun telah kami laporkan secara lisan,” kata Yunus.

Terpisah, Wakil Ketua Grakan Anti Narkoba (Granat) Labuhanbatu Indra Rinaldy Tandjung sangat menyayangkan pihak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang terkesan kurang tegas terhadap dua pegawai yang positif narkoba.

Pasalnya, tahun lalu, tes urine juga dilakukan kepada pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu, dan yang positif langsung dipecat.

“Kami melihat hal ini cukup unik. Kenapa kegiatan tes urine yang dilakukan pihak BNN kepada seluruh pegawai Satpol PP dan Damkar Labuhanbatu hingga kini belum dilaporkan secara tertulis kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu? Padahal, kegiatannya beberapa bulan lalu,” ujar Indra.

Indra berharap, Pemkab Labuhanbatu tidak menoleransi pegawai aktif di pemerintahan yang terlibat narkoba.

“Kami menunggu komitmen Pemkab Labuhanbatu dalam pemberantasan narkoba di kabupaten yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Labuhanbatu tidak akan menoleransi pegawai yang menggunakan narkoba selama masih aktif bertugas di lingkungan pemerintahan. Hal tersebut dikatakan Sekda Labuhanbatu Muhammad Yusuf Siagian terkait 2 pegawai Satpol PP dan Damkar positif narkoba saat dilakukan tes urine oleh BNN.

Menurut Yusuf saat itu, dirinya sama sekali belum menerima laporan hasil pemeriksaan tes urine oleh BNN dari Kepala Satpol PP Labuhanbatu.

“Saya belum terima laporannya secara resmi, dan kalau itu benar, tidak ada tolerir terhadap pemakai narkoba. Dan saya akan meminta laporan dari Kasat pol PP,” kata Yusuf, Jumat (23/10) malam melalui pesan Whatsapp pribadinya. (bud)

iklan usi



Back to top button