Berita

Terjaring Razia Satpol PP Madina, Dua Pasang Kekasih Memilih Menikah

FaseBerita.ID – Dua pasangan yang terjaring razia Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memilih menikah, Kamis (23/7) malam. Kedua pasangan yang menikah tersebut, yakni SE (21) dan SK (18), serta JN (21) dan NH (18).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madina Taufik Lubis saat dihubungi, membenarkan ada dua pasangan yang terkena razia pekat memilih untuk menikah. “Pihak keluarga yang memilih untuk menikah, ada dua pasangan. Orang tua wanita itu sendiri yang menikahkannya, bukan kita,” kata Taufik, Kamis (23/7) malam.

Taufik menjelaskan, setelah kejadian itu pihaknya pun mengundang keluarga dari masing-masing yang terkena razia pekat. Untuk memberikan semacam pembinaan dan nasihat berupa tausiah rohani keagamaan yang diberikan oleh Ustad M Yasid Nasution.

Baca: Satpol PP Madina Razia Pekat: 3 Cowok dan 4 Cewek Diamankan dari Hotel

“Malam itu kita hanya memberikan pembinaan berupa tausiah rohani dan ceramah keagamaan supaya mereka tidak lagi mengulangi perbuatan itu,” ujarnya.

Taufik pun menegaskan, bahwa pihak dari keluarga masing-masing yang meminta menikah, bukan pemberian sanksi dari pihak Satpol PP maupun dari Dinas Sosial.

“Mereka yang minta untuk dinikahkan, kita bilang kalau nikah sesuai aturan negara itu harus di umur 19 tahun ke atas, tapi kalau mau nikah secara syariat Islam, engak apa-apa silahkan saja, kalau kedua keluarga sudah setuju,” tutur Taufik.

Sebelumnya, Satpol PP Madina melaksanakan razia penyakit masyarakat (pekat) ke sejumlah hotel di Panyabungan Kabupaten Madina, Kamis (23/7). Hasilnya, operasi pekat yang dipimping langsung oleh Kabid Trantibum Satpol PP Madina Ismail Dalimunthe ini menjaring sebanyak tujuh orang.

Ketujuh orang tersebut, empat di antaranya wanita dan tiga lagi laki-laki. Ketujuh orang ini rata-rata masih berusia sekitar 16 sampai 21 tahun. Mereka diamankan oleh petugas Satpol PP karena ditemukan di dalam kamar bersama pasangan yang bukan muhrimnya.

Kasatpol PP Madina Lismulyadi melalui Kabid Trantibum Ismail Dalimunthe saat di hubungi usai operasi pekat mengatakan ketujuh orang ini ditemukan pihaknya di dua hotel yang berbeda di Panyabungan.

“Diamankan dari dua hotel, hotel AH dan hotel IA yang berada di Kecamatan Panyabungan,” kata Ismail.

Ia menerangkan sebanyak lima orang diamankan dari hotel AH, yang ditemukan di dalam dua kamar. Dengan rincian tiga wanita dan dua laki-laki.

Seterusnya pada hotel IA, pihaknya mengamankan dua orang yang berada dalam satu kamar. Keduanya ini pasangan yang bukan muhrimnya.

Saat ini Satpol PP masih mengamankan ketujuh orang tersebut. Dan tindakan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial setempat. “Masih diamankan, ini mau dibawa ke Dinas Sosial,” ujarnya.

Dari pemeriksaan sementara lanjut Ismail, ketujuh orang ini statusnya memang menginap di hotel tersebut. Dan, ironisnya, ada enam orang yang mengonsumsi minuman-minuman keras. (Mag 01)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button