Berita

Terjadi lagi di Sibolga: Pelajar Dicabuli di Kuburan

FaseBerita.ID – Seorang remaja berusia 14 tahun, sebut saja namanya Bunga, mengalami pelecehan seksual di sebuah pekuburan di Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sabtu (14/3) lalu. Pelakunya berinisial H warga sekitar yang berusia 16 tahun.

Menurut Ibu kandung Bunga, S (30) yang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sibolga, Senin (16/3), peristiwa bermula saat Bunga tidak pulang ke rumah di Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, hingga tengah malam, setelah pamit hendak membeli kue.

“Sekira pukul 23.00 WIB, ibunya (S) mencari Bunga. Katanya, sekira pukul 20.00 WIB, Bunga pergi dengan alasan membeli kue,” kata Kapores Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Minggu (29/3).

Malam itu, S terus mencari Bunga hingga ketemu di Jalan SM Raja, tepatnya di sekitar pekuburan. Curiga dengan gelagat putrinya tersebut, S pun membawanya ke Rumah Sakit. Ternyata dugaannya benar, pihak rumah sakit menyebut ada bercak sperma yang ditemukan di derah kewanitaan Bunga.

Tak hanya itu, tenaga medis yang memeriksa Bunga juga menyebut kalau bagian kewanitaan bocah yang masih duduk di bangku SMP tersebut mengalami luka. S kemudian membujuk Bunga untuk memberitahu orang yang telah merusak masa depannya tersebut.

Setelah mengetahui kalau pelaku adalah H, S pun langsung mendatangi rumahnya untuk meminta pertanggungjawaban. Namun sayang, orangtua H tidak merespon. S pun langsung membuat laporan ke Polres Sibolga. “H kemudian diamankan dari rumahnya, Jumat (27/3) sekira pukul 07.00 WIB,” ungkapnya.

Kepada penyidik, H mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap Bunga di kuburan. “Malam itu, H dan Bunga sudah janjian ketemu di pekuburan. Malam itu, Bunga datang bersama temannya, laki-laki. H dan Bunga kemudian pergi ke arah pekuburan, sedangkan temannya menunggu di pinggir jalan. Di kuburan itulah H melakukan hal tak senonoh kepada Bunga,” terang Sormin.

Dari hasil pemeriksaan, H yang masih berstatus pelajar tersebut kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Karena masih di bawah umur serta ada yang menjamini, H akhirnya tidak ditahan. Perbuatan tindak pidana pencabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 76E Jounto pasal 82 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak, H diancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun atau denda maksimal Rp5.000.000.000.(ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button