Berita

Terjadi di Pandemi: Tak Mampu Bayar Air, Meteran PDAM Dicabut Tanpa Pemberitahuan

FaseBerita.ID – RN (32) warga Kelurahan Sumberjaya, Kecamatan Siantar Martoba, mengaku kecewa terhadap petugas PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar. Pasalnya, meteran air mereka langsung diputus petugas tanpa pemberitahuan, Senin (7/9).

Informasi dihimpun, sebelumnya ZK (42) suami RN sudah menghadap ke PDAM Tirtauli dan bertemu Humas PDAM bernama Rosliana Sitanggang. ZK memohon diberi tenggang waktu hingga dirinya mendapatkan pekerjaan agar bisa melakukan pembayaran.

Sementara ZK sendiri telah menganggur setahun dan sama sekali tidak memiliki penghasilan. Untuk menafkahi keluarganya saja sudah berat hingga uang sekolah anaknya pun kini harus menunggak selama 4 bulan.

“Dari pertemuan dengan Ibu Rosliana memberikan dispensasi penundaan waktu hingga beberapa lama,” bebernya.

Setelah itu, waktu pun berjalan hingga 2 minggu kemudian saat sedang mencuci, RN terkejut airnya tidak mengalir lagi. Saat RN mengecek meteran yang ada di depan rumah yang dikontraknya, menurut informasi dari tetangga yang melihat, petugas PDAM Tirtauli telah mencabut meteran tanpa sepengetahuan si pemilik rumah.

Meteran warga yang dicabut petugas PDAM Tirtauli.

“Gak tau lah bang, lagi mencuci, kukira air mati, rupanya meteran sudah dicabut diam-diam,” ungkap RN dengan raut sedih.

“Suamiku sudah setahun menganggur bang, rumah kami ngontraknya ini bang, untuk makan pun sudah susah. Dimasa Pandemi begini pemerintah sama sekali tidak memperhatikan rakyat. Tarif air kami RT-3 naik dua kali lipat, sehingga sebulan kena sampai Rp300 ribu. Sesak nafaslah kami bang,” terang RN.

Terpisah, Humas PDAM Tirtauli Rosliana Sitanggang mengatakan bahwa si pelanggan tersebut terlambat membayar rekening air sekitar 7 bulan.

Pihak PDAM Tirtauli juga telah memberikan keringanan dengan meminta supaya dilakukan pencicilan. Tapi pencicilan pun tidak dilakukan.

“Jadi pihak PDAM Tirtauli yang melakukan pemutusan sudah memiliki aturan sesuai dengan Perda yang menyebutkan jika tiga bulan tidak membayar maka bisa dilakukan pemutusan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” jelasnya.

“Di PDAM kan juga punya bidang-bidang atau devisi. Jadi bagian pemutusan terpaksa melakukan tugas-tugasnya. Kita awalnya sudah membantu dengan mengarahkan agar ada pencicilan. Tapi itupun tidak dilakukan. Maka mau tidak mau, terpaksa diputus supaya tidak makin banyak tunggakannya. Apabila tidak diputus maka tunggakan akan bertambah menerus dan menjadi beban,” terang Rosliana. (rel/pra)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button