Berita

Tenaga Administrasi Berpeluang Ikut Seleksi PPPK

JAKARTA, FaseBerita.ID – Honorer K2 dan nonkategori tenaga teknis lainnya, seperti administrasi, punya peluang ikut mendaftar seleksi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap II tahun ini. Namun menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, persentasenya sangat sedikit.

“Sebenarnya tenaga teknis lainnya seperti administrasi sudah cukup banyak, sehingga formasi ini tidak dibuka. Namun, untuk tahap dua nanti akan dilihat apakah daerah butuh PPPK tenaga administrasi. Kalau ya, dibuka tapi enggak banyak formasinya,” kata Bima kepada JPNN, Jumat (21/6/2019).

Dia menyebutkan, tenaga honorer K2 maupun nonkategori yang posisinya tenaga fungsional guru, penyuluh pertanian, tenaga kesehatan, dosen, analis, masih dibutuhkan di tahap II. Formasi-formasi inipun masih mendapatkan kuota yang banyak.

“Kami tidak ingin menjanjikan yang muluk-muluk bagi honorer K2 maupun nonkategori tenaga teknis lainnya. Tidak akan mungkin semuanya diakomodir jadi PPPK karena nanti berlebih-lebihan,” terangnya.

Ini saja kata Bima, ada sejumlah daerah yang perkembangan teknologi informasinya pesat, tidak lagi mengusulkan kebutuhan PNS tenaga administrasi.

Ketika semua pekerjaan sudah bisa diambil alih teknologi, tenaga administrasi tidak dibutuhkan lagi.

“Imbas revolusi industri 4.0 ini ada 60 persen pekerjaan di dunia akan hilang, salah satunya administrasi. Kalau sudah bisa digantikan oleh e-office tenaga administrasi enggak dibutuhkan lagi,” terangnya.

Tahun ini pemerintah membuka rekrutmen ASN sebanyak 254.173. Terdiri dari kuota PPPK untuk pusat dan daerah adalah 168.636. Sisanya untuk CPNS yang meliputi ikatan dinas 5.769 dan pelamar umum 79.768.

Bukan Hanya Honorer K2

Sebelumnya, rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap II tidak hanya terbatas untuk honorer K2 maupun nonkategori. Seleksi PPPK tahap II akan dibuka untuk umum. Itu artinya, honorer K2 dan nonkategori akan diadu dengan pelamar umum.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, tahun ini pemerintah menyiapkan alokasi 254.173 untuk formasi CPNS dan PPPK. Namun dari jumlah tersebut yang terbesar akan direkrut adalah PPPK.

Dari 254.173 formasi, kuota PPPK untuk pusat dan daerah adalah 168.636. Sisanya untuk CPNS yang terdiri dari ikatan dinas 5.769 dan pelamar umum 79.768.

“Kalau dilihat porsinya, PPPK jumlahnya sangat banyak. Jadi tidak adil bila PPPK hanya dibatasi honorer K2 dan nonkategori,” kata Bima kepada JPNN, Kamis (20/6/2019).

Dia menegaskan, honorer K2 maupun nonkategori harus siap bersaing dengan pelamar umum lainnya. Pemerintah tidak akan memberikan formasi khusus lagi karena honorer K2 sudah berkali-kali diberikan kesempatan ikut tes.

“Sejak 2013 sudah dikasih kesempatan ikut tes. Kalau enggak lolos terus, kan tidak mungkin menghilangkan hak-hak pelamar umum karena menunggu honorernya lolos semua. Jadi tahap II nanti pelamar umum boleh daftar,” tandasnya. (esy/jpnn)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button