Berita

Tekad Kuat Ridwan Lubis Membela Hak Umat dan Perjuangkan Aspirasi Rakyat

MADINA, FaseBerita.ID – Dari sekian banyak calon anggota legislatif DPRD Mandailing Natal pada Pemilu tahun 2019 ini, ada sejumlah tokoh yang ikut ‘bertarung’ untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat kabupaten Madina.

Salah satunya adalah Muhammad Ridwan Lubis SPdI, calon anggota DPRD Madina dari Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 6 daerah pemilihan V (Siabu, Bukit Malintang, Nagajuang, Panyabungan Utara, Hutabargot).

Figur yang satu ini bisa dikatakan calon dengan kepribadian yang santun. Sebab, dari latar belakang pendidikan di psantren, Ridwan Lubis berkecimpung di dunia jurnalis juga tokoh kepemudaan di kabupaten Mandailing Natal.

Berbeda dengan kebanyakan Caleg DPRD Madina lainnya yang berlatar belakang, wiraswasta, guru, pensiunan PNS, dan sebagian masih berstatus mahasiswa.

Tujuh tahun menimba ilmu di pondok pesantren Musthafawiyah, Muhammad Ridwan Lubis melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di STAIN Mandailing Natal untuk program S1. Lalu, ia mengambil program paska sarjana (S2) di IAIN Padangsidimpuan.

Figur yang satu ini cukup populer di kalangan organisasi kepemudaan di kabupaten Mandailing Natal. Karena, saat ini ia menduduki jabatan strategis di ormas kepemudaan terbesar di Indonesia yaitu Pemuda Pancasila. Dan, Ridwan Lubis menjabat sebagai Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal.

Sebelum menduduki jabatan di MPC Pemuda Pancasila kabupaten Mandailing Natal, ia juga pernah menduduki jabatan strategis di organisasi kepemudaan lainnya. Pernah menjabat wakil ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Madina, hingga wakil ketua DPD KNPI Kabupaten Madina.

Selain populer di kalangan organisasi kepemudaan, Muhammad Ridwan Lubis juga cukup dikenal di kalangan wartawan di Sumatera Utara khususnya di wilayah Tabagsel (Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Padanglawas, Padanglawas Utara). Karena, Ridwan Lubis saat ini dipercayai sebagai Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di kabupaten Mandailing Natal.

Ia cukup lama liputan dan ulasan mengenai politik, kriminal dan sosial di wilayah tugas Kabupaten Mandailing Natal. Dan, Muhammad Ridwan Lubis juga sering jadi narasumber di beberapa pelatihan jurnalistik baik yang diikuti kalangan wartawan maupun kalangan mahasiswa jurusan ilmu jurnalistik.

Berbekal pendidikan, pengalaman, dan penguasaan semua permasalahan daerah di kabupaten Mandailing Natal, Muhammad Ridwan Lubis ingin merubah paradigma masyarakat terhadap wakil rakyat. Sebab, selama ini masyarakat sudah banyak yang merasa ketidakadilan dikarenakan kurangnya kepedulian wakil rakyat terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat.

Menurut Ridwan, kurangnya kepercayaan masyarakat kepada DPRD dikarenakan wakil rakyat itu tidak melaksanakan tanggungjawabnya sesuai tugas dan fungsi baik fungsinya sebagai controlling (pengawasan), budgetting (penganggaran), dan legislasi (dan pembuat peraturan daerah).

“Kepercayaan masyarakat kurang kepada wakil rakyat kita di DPRD karena mereka tidak melaksanakan tanggung jawab dan fungsi mereka sebaik mungkin. Banyak keluhan dan aspirasi masyarakat yang tidak ditanggapi, hal ini dibuktikan dari sekian banyaknya permasalahan masyarakat yang tidak ada penyelesaian. Hak-hak masyarakat kita dirampas, sehingga masyarakat kita makin sengsara bukan makin sejahtera,” kata Ridwan Lubis saat bincang-bincang dengan wartawan di Panyabungan, Senin (25/3).

Ridwan Lubis pada prinsipnya mengapresiasi dan merasa bangga melihat tingginya ambisi para calon anggota legislatif yang ingin memenangkan Pemilu Legislatif tahun 2019 ini.

“Saya merasa bangga, apalagi banyak kalangan muda yang jadi Caleg. Hanya saja, perlu kita garis bawahi, permasalahan di daerah kita ini cukup kompleks, banyak permasalahan yang sampai sekarang tidak bisa diselesaikan oleh DPRD yang sekarang. Artinya, masyarakat perlu melihat sejauh mana penguasaan si Caleg terhadap permasalahan yang ada di Madina. Jangan nanti setelah dipilih jadi anggota DPRD Madina lantas dia bingung apa yang harus dilakukannya,” jelasnya.

Menurutnya, sudah cukuplah apa yang dirasakan masyarakat selama ini, hak-hak mereka tak bisa dilindungi, permasalahan kerakyatan selalu dibelakangkan tanpa penyelesaian. Yang pada akhirnya masyarakat rugi dan makin menderita.

“Saya banyak tahu permasalahan di Madina, selama ini saya buatkan dalam tulisan, tapi sekarang waktunya saya maju untuk terjun langsung mengakomodir dan memperjuangkan hak rakyat melalui Pemilu 17 April 2019. Dan, kepada semua masyarakat pemilih di Dapil V (Siabu, Bukit Malintang, Panyabungan Utara, Nagajuang, Hutabargot) saya memohon doa, dukungan dan pilihannya untuk melakukan perubahan Madina yang lebih baik ke depan,” harap Ridwan Lubis. (wan)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button