Berita

Tegakkan Hukum Protokol Kesehatan, Tak Pakai Masker Bakal Didenda

FaseBerita.ID – Operasi Yustisi Covid-19 yang resmi digelar secara serentak di jajaran Kepolisian Republik Indonesia sudah berjalan selama dua hari. Di Simalungun sendiri, sudah menindak seribuan masyarakat serta pelaku usaha karena tidak disiplin dalam penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan.

Operasi Yustisi Covid-19 ini digelar secara serentak dalam rangka menindaklanjuti Inpres Presiden No 06 Tahun 2020 tentang Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, di Wilayah Hukum Polres Simalungun, serta mensosialisasikan Perkab Simalungun No 26 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Kabupaten Simalungun.

Operasi ini bertujuan agar masyarakat disiplin menggunakan masker di kegiatan sehari-hari, guna mendukung program pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Sasaran Operasi Yustisi Covid-19 adalah masyarakat yang melaksanakan aktifitas tanpa menggunakan masker dan pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Selain personel Polres Simalungun, kegiatan ini melibatkan unsur TNI-Polri yaitu jajaran Kodim 0207/Simalungun serta Pemerintah Kabupaten Simalungun dengan delegasi pembinaan dan pengawasan yaitu Satuan Polisi Pamong Praja (SAT POL PP) Kabupaten Simalungun.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo menyampaikan, dalam penerapan sanksi diselenggarakan dengan memperhatikan mengedepankan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengubah perilaku hidup lebih sehat.

“Beberapa sanksi yang diterapkan untuk saat ini berupa bersih-bersih atau yang memberikan efek pembelajaran, sekaligus menyampaikan sosialisasi bahwa sanksi denda administratif sudah diatur dalam Perkab Simalungun No.26 Tahun 2020,” terang Kapolres.

Kabag OPS Polres Simalungun Kompol Suryanto juga menyampaikan selama operasi digelar, pihaknya telah menindak 1.000 masyarakat serta pelaku usaha yang tidak disiplin dalam menggunakan masker serta tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Hal ini dibuktikan dengan laporan yang dikirim dari Kapolsek-kapolsek sejajaran Polres Simalungun yang saya terima,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya Operasi Yustisi Covid-19 ini, diharapkan penyebaran dan claster baru Covid-19 dapat ditekan.

“Menegnai berapa lama operasi ini digelar, kita belum tahu. Mungkin sampai angka penyebaran Covid-19 menurun dan virusnya dapat diatasi. Kita juga menyampaikan sosialisasi Perkab Simalungun No.26 Tahun 2020 ini kepada pelaksana UMKM yang ada di Wilayah Kabupaten Simalungun, seperti Rumah Makan yang harus membuat fasilitas Protokol Kesehatan seperti tempat cuci tangan sebelum masuk ke rumah makan, mengatur jarak atau meja makan serta mengingatkan calon pembeli untuk menggunkan masker terlebih dahulu,” terangnya.

Semoga adanya kegiatan ini, tambahnya, masyarakat dapat mematuhi imbauan pemerintah dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak. (rel/Adi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button