HUT RI
Berita

Tawuran Pelajar di Siantar, Wartawan Dikeroyok

SIANTAR, FaseBerita.ID– Puluhan pelajar dari salahsatu sekolah STM di Kota Pematangsiantar terlibat tawuran, Rabu (11/3) sekira pukul 14.00 WIB. Bahkan, para pelajar ini sempat melempari dan memukul wartawan karena meliput aksi mereka.

Informasi dihimpun wartawan, tawuran antar pelajar itu berawal dimana salah seorang pelajar STM dipukuli oleh pelajar dari sekolah lain. Permasalahan itu merupakan pemicu perkelahian antar pelajar.

Sekira pukul 14.15 WIB, informasi itu didapat oleh wartawan bersama dua rekannya melakukan peliputan di sana. Setiba di sana, pada saat sedang melakukan peliputan berita, tiba-tiba puluhan pelajar itu berbalik arah dan mengejar wartawan serta melempar menggunakan batu padas dan menendang korban.

Penyerangan itu terjadi tepatnya di Samping Lapangan Adam Malik, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Rabu siang. Adapun wartawan yang menjadi korban dalam pasca kejadian itu antara lain Yudha (30) dan Rizky M Harahap (21).

“Tadi kami dapat info ada tawuran di lapangan Adam Malik. Kami langsung ke lokasi. Memang ada kejar-kejaran sampai ke arah Polres di Jalan Sudirman. Dari sana, para pelajar itu balik kanan, karena takut ada polisi,” kata Yudha yang ditemui di Polsek Siantar Barat.

“Waktu balik kanan, mereka melihat si Yudha memvideokan. ‘Wartawan, wartawan, matikan aja itu’ kata mereka. Si Yudha dilempari batu, kena helmnya, baru ditunjangi orang itu. Aku takut, aku sembunyi, untung mereka tak melihat aku, karena aku memfoto sembunyi-sembunyi,” terangnya.

Sementara itu, Yudha yang ditemui di Mapolres, mengaku menyelamatkan diri dengan lari ke arah eks Bioskop Ria.

“Disitulah aku sembunyi,” sebut Yudha yang mengalami sakit di sekujur badannya akibat dianiaya pelajar STM tersebut.

Belakangan, ternyata yang dianiaya para pelajar itu bukan hanya kedua wartawan tersebut. Masih ada korban wartawan lainnya yang ikut dikeroyok, yakni Irfan Stewart Nahampun (25).

Irfan dianiaya di Jalan Tombang, Kecamatan Siantar Barat, saat akan mencari para pelaku bersama patroli dari Polsek Siantar Barat. Dimana saat itu patroli Polsek mencari di seputaran Jalan Kartini, sementara Irfan bersama wartawan lainnya mencari di Jalan Tombang.

“Tadi kami nyari mereka di Jalan Tombang, disitu kami malah dilempari. Waktu itu aku jatuh, aku langsung dikeroyok sama orang (para pelajar) itu. Untung aku bisa kabur dari situ,” ujar Irfan yang disaat kabur langsung dilempari pakai batu.

Terpisah RP, seorang pelajar kelas 1 STM yang berhasil diamankan salah seorang anggota Unit Jatanras Polres Pematangsiantar, awalnya tidak mengaku terlibat dalam tawuran itu.

Namun belakangan, karena dikenali sering ikut tawuran, RP akhirnya mengakui perbuatannya yang mengeroyok wartawan bersama para teman-teman satu sekolahnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, RP dibawa ke rumah untuk menemui orangtuanya, agar perbuatannya itu tidak diulang kembali. (Mag-03/fi)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button