Berita

Tawuran di Kecamatan Tukka Pelajar Pukul-pukulan dan Lempar Batu

FaseBerita.ID – Tawuran antar pelajar SMK Negeri 3 Sibolga versus SMK Swasta Putra Harapan terjadi pada Sabtu (29/2) siang sekira pukul 14.00 WIB di Jalan MH Hajairin, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Menurut I, salah seorang siswa SMK Negeri 3 Sibolga yang ditemui wartawan koran ini ketika di lokasi kejadian menerangkan bahwa pemicu tawuran yang terjadi itu adalah penganiayaan seorang siswa satu sekolahnya oleh pelajar dari SMK Putra Harapan. “Siswa Putra Harapan yang duluan Bang, dipukuli orang itu teman kami,” katanya.

Masih katanya, kejadian berawal pada Jumat (28/2) siang ketika jam pulang sekolah. “Saat itu salah seorang teman sekolah kami dihadang oleh siswa SMK Swasta Putra Harapan. Tanpa ada salah, teman kami langsung dipukuli oleh siswa Putra Harapan yang berjumlah tiga orang.”

Dia melanjutkan, setelah itu keesokan harinya, korban pemukulan itu melaporkan apa yang dialaminya kepada teman-temannya di sekolah. “Lalu setibanya jam pulang sekolah, kami berniat menjumpai siswa Putra Harapan ke sekolah mereka. Maksud kami hanya ingin mempertanyakan kenapa teman kami itu dipukuli.”

Tapi ternyata, tajk ada respon dari pelajar sekolah swasta tersebut. Saat itu anak-anak SMK Negeri 3 Sibolga mulai melempari sekolah Putra Harapan.

Sambungnya, karena kesal mereka berniat mencari pelaku yang memukuli teman mereka. Tak lama, pelaku ketemu di Simpang Tukka. “Lalu kami pertanyakan sama siswa Putra Harapan tersebut, kenapa memukuli teman kami? Apa salahnya? Tapi orang itu malah mengelak. Mana ada kami pukuli teman kalian kata siswa putra harapan itu kepada kami. Mereka pun langsung membuat perlawanan kepada kami, sehingga terjadilah keributan yang membuat teman kami dibawa ke kantor polisi,” jelas I.

Melihat aksi brutal yang dilakukan pra siswa SMK Negeri Tiga Sibolga kepada siswa SMK Swasta Putra Harapan tersebut, seorang ibu warga Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, sempat menjerit. “Tolong kalian dulu anak sekolah itu. Mati itu nanti dikeroyok orang ini, tolong kalian dulu!” ucap ibu itu seraya menjerit meminta tolong.

Mendengarkan jeritan ibu tersebut, warga berkumpul dan berupaya merelai pertikaian. Tiba-tiba dari Simpang Tukka, gerombolan siswa SMK Negeri 3 Sibolga datang menyerang balik warga sekitar yang berusah merelai pertikaian.

Kericuhan pun terjadi yang melibatkan warga sekitar dengan siswa SMK Negeri 3 Sibolga. Melihat aksi tawuran tersebut, warga sekitar ikut merasa geram dengan tingkah mereka. Sehingga sempat terjadi pukul-pukulan antar warga dan siswa. Bahkan terjadi lempar-lemparan di lokasi, sehingga menimbulkan kemacetan di Jalan Lintas Sibolga-Tapteng.

Menurut salah seorang warga bermarga Panggabean, semula warga hendak melerai pertikaian. Namun belakangan, pelajar malah menyerang warga. “Malah kami yang diserang, itu provokatornya,” ujarnya sembari menunjuk salah satu seorang siswa bermarga H.

Atas tawuran yang dilakukan siswa tersebut, Personil Polsek Pandan yang kurang lebih berjumlah tujuh orang terjun ke lokasi setelah mendapatkan informasi dari warga. Polisi pun langsung mengamankan keadaan serta menangkap 13 orang yang diduga menjadi provokator kejadian.

Sementara akibat kejadian, seorang siswa SMK Putra Harapan mengalami luka lebam di wajahnya dan sekujur tubuhnya merasa sakit.

Sementara itu saat dikonfrimasi terpisah, kedua pihak sekolah belum ada yang dapat memberikan penjelasan atas kejadian yang sering terulang itu. (tam)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close