Berita

Tarif Air PDAM Tirtauli Masih Normal

SIANTAR, FaseBerita.ID – Tarif air PDAM Tirtauli sudah enam tahun tidak mengalami perubahan. Walau sudah enam tahun tidak ada perubahan tarif dengan kondisi inflasi yang sudah mencapai 36 persen, manejemen PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar tetap bekerja sepenuh hati melayani masyarakat.

Dirut PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar Zulkifli Lubis melalui Humas Rosliana Sitanggang kepada koran ini, Kamis (16/5), sesuai dengan keputusan walikota Pematangsiantar Nomor 690/504/VII/WK-Thn 2013 tentang tarif air minum PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar yang mulai berlaku sejak tanggal 5 Juli 2013.

“Tidak ada PDAM di Indonesia dapat bertahan dengan tarif yang ketinggalan lebih dari enam tahun. Inflasi saja sudah bergerak 36 persen selama enam tahun ditambah kenaikan akibat harga barang kimia, dan listrik,” kata Rosliana.

“Mengacu kepada Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang penghitungan dan penetapan tarif air minum dapat dilakukan penyesuaian setiap tahunnya,” terangnya lagi.

Walaupun dengan tarif lama PDAM Tirtauli tetap beroperasi dan melayani masyarakat sepenuh hati. Dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada walaupun dengan kemampuan finansial yang sangat terbatas. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya keluhan pelanggan dengan membangun cell center agar memudahkan pelanggan melapor keluhan.

Disebutkan Rosliana bahwa tarif PDAM Tirtauli terdiri dari beberapa jenis golongan atau klasifikasi pelanggan. Yakni tarif sosial terdiri dari sosial umum satu, sosial umum dua dan sosial khusus. Lalu jenis rumah tangga yang terdiri dari RT-1, RT-2, RT-3, RT-4, RT-5, RT-hunian bersama dan RTU. Ada juga golongan instansi pemerintah, Niaga yang terdiri dari NK, NS, dan NB. Lalu golongan industri yang terdiri dari IK, IS dan IB.

“Komposisi golongan tarif rumah tangga (RT-1 sampai RT-5) disesuaikan dengan parameter rumah tangga yang ditempati pelanggan,” ujarnya.

Golonga tarif rumah tangga ini disesuaikan dengan kondisi luas lantai bangunan. Artinya, semakin luas maka semakin besar tarif bayarannya. Kemudian Kondisi bangunan, luas tanah persil, lebar jalan depan rumah, kondisi lingkungan, tenaga listrik PLN yang digunakan, penghasilan pelanggan, dan Kelas PBB.

“Dari delapan parameter tersebut dilakukan penghitungan nilai, untuk menentukan apakah pelanggan masuk kategori RT-1 sampai RT-5,” ujar Rosliana.

Perhitungan nilai dapat dilakukan bersama antara pelanggan dan PDAM, hasilnya akan ditetapkan sesuai kondisi pelanggan saat ini. Pelanggan dapat mengajukan evaluasi, apa bila tarifnya tidak sesuai dengan tarif PDAM yang telah disesuaikan.

Perubahan kelompok tarif yang telah dihitung PDAM akan diberitahukan kepada pelanggan dan akan dilakukan penyesuaian kelompok tarif apabila pelanggan tidak melakukan klarifikasi. (mag04/pra)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close