Berita

Tarian 8 Etnik Pesankan Perbedaan Jadi Satu

TOBASA, FaseBerita.ID – Komunitas Seni Budaya Kreatif Tobasa (KSBKT) menampilkan tarian delapan etnik Sumatra Utara, dan tarian provinsi tetangga. Kegiatan itu begitu menghibur para pengunjung dan seluruh kontingen pada penutupan Babak Kualifikasi PON XX dan Kejurnas Gateball IV tahun 2019 di lapangan kompleks kantor Bupati, Balige, Kabupaten Tobasa.

Tarian delapan etnik Sumatra Utara tersebut, merupakan delapan bentuk dan asal tarian yang dipadu menjadi satu tarian yang unik dan indah untuk disaksikan. Ragam tarian dari berbagai daerah se-kawasan Danau Toba ditambah dari etnik Provinsi lain tersebut pukau para pengunjung.

Seperti tarian Toba, tarian dari Nias, tarian dari Simalungun, tarian Karo, dari Mandailing dan tarian dari Dairi, tarian Melayu, tarian dari Aceh dipadu menjadi satu bagian.

Seperti pengakuan salah seorang pengunjung dari Medan Ramdan Halilintar (37), ia begitu terkhasima dengan tarian 8 etnis persembahan dari Komunitas Seni Budaya Kreatif Tobasa (KSBKT).

“Tarian ini menandakan betapa indahnya perbedaan namun bisa padu menjadi satu kesatuan irama tari. Inilah yang menandakan budaya kita dapat mempererat tali persaudaraan sesama bangsa. Terima kasih kepada pelatih dan para penarinya,” aku Halilintar saat berangkat pulang ke Medan Senin (4/11/2019).

Martin Tanjung adalah sebagai Pembimbing Penari KSBKT. Polesan tangannya membuat suasana makin meriah hingga memukau para peserta upacara penutupan Gateball babak kualifikasi PON – XX dan Kejurnas Gateball – IV tahun 2019.

Tarian ini menampilkan bukti beragamnya adat dan budaya di Sumatra Utara serta menunjukkan begitu indahnya budaya yang ada di kawasan sekitar Danau Toba. Tarian ini pun memperkenalkan kepada seluruh kontingen dari 27 Provinsi yang mengikuti turnamen Gateball tersebut.

Selepas pertunjukan tarian delapan etnik Sumatra Utara, Bupati Tobasa Darwin Siagian berpesan agar nantinya jika seluruh kontingen maupun atlet, akan kembali ke tempat masing masing, semoga sampai ke tujuan tak kekurangan apapun. “Selama di Tobasa kami berharap saudara semuanya merasa senang atas situasi yang ada, baik penyambutan kami maupun fasilitas yang ada selama lima hari bertanding,” ucap bupati.

Lanjutnya, dengan adanya turnamen ini menjadikan Tobasa makin dikenal dan jika nantinya ada kegiatan olahraga-olahraga lain, selain Gateball, akan dapat dilaksanakan lagi di Tobasa.

“Nantinya akan menjadikan efek positif, hingga menjadikan banyak wisatawan yang akan berdatangan di kawasan Tobasa,” katanya. (OS)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close