Berita

Tangisan Warga Simalungun Keluhkan Jalan Rusak kepada TPS

"Pak, Kalau Bapak Duduk Nanti, Ingat Kami Ya…"

FaseBerita.ID – Warga di Nagori Bandar Betsy I, Kecamatan Bandar Huluan menangis ketika menyampaikan aspirasinya di hadapan calon Wakil Bupati Simalungun nomor urut 2, Tumpak Siregar (TPS). Warga mengeluh sangat sulit keluar dari kampung tempat tinggal mereka karena kondisi jalan yang rusak parah.

“Lihatlah jalan kami. Keluar pun payah. Kami sangat senang dengan kedatangan Bapak di sini,” isak Herlina br Peranginangin di hadapan TPS yang berkunjung ke kampung mereka, Kamis (1/10) sekira pukul 15.30 WIB.
“Kalau Bapak duduk (menjadi Wakil Bupati Simalungun), ingat kami ya Pak,” tambahnya.

Thomas, warga yang sama menyatakan, selama ini jalan menuju kampung mereka tak pernah tersentuh pembangunan. Selain mengeluhkan kondisi jalan, warga berharap pengurusan surat-surat administrasi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK ), maupun Akta Lahir bisa lebih mudah. Mereka ingin dalam pengurusan surat-surat itu tidak harus ke ibukota Kabupaten Simalungun, di Raya.

“Sungguh tersiksalah. Kami aja kalau mau keluar dari sini untuk mendapatkan jalan besar Serbelawan butuh waktu 1 jam 30 menit. Harus ke Raya lagi mengurus surat yang diperlukan,” ujarnya kepada TPS yang berpasangan dengan Muhajidin Nur Hasim (Hasim) di Pilkada Simalungun.

Menanggapi curahan hati (curhat) warga, sebelumnya TPS menyampaikan permohonan maaf karena pasangannya, yang biasa disapa Bang Hasim tidak dapat hadir. Sebab Bang Hasim melayat warga yang meninggal dunia di kecamatan lain.

“Sebenarnya Beliau (Hasim) sangat ingin kemari. Tapi kami jadi berbagi tugas. Karena Beliau pergi melayat,” sebut TPS.

Terkait kondisi jalan, TPS menyatakan hal itu menjadi prioritas utama dirinya bersama Hasim bila keduanya dipercaya warga untuk menjadi Bupati-Wakil Bupati Simalungun.

“Kita tahu memang banyak jalan di Kabupaten Simalungun yang rusak. Itu memang misi utama kita sesuai slogan Jalan Kita. Soal surat-surat, nanti kita buat supaya bisa diurus di kecamatan saja. Jadi tidak harus ke Raya,” terang suami dari Nuraini br Sirait itu.

Usai pertemuan sejumlah warga berebut minta foto bersama TPS. Permintaan foto bersama itu dilakukan warga, terutama kaum ibu (emak-emak).

Awalnya, salah seorang warga yang memberanikan diri meminta foto bersama TPS. Namun akhirnya, hampir semua warga yang hadir beramai-ramai foto bersama.

“Pak, foto dong,” ajak seorang warga, yang disambut rekan-rekannya dengan suara riuh, ingin ikut berfoto juga, sambil mengacungkan 2 jari.

TPS sendiri menyambut ramah ajakan tersebut. Sambil tertawa ia mengaku senang berfoto.

“Saya suka begini (berfoto). Apalagi sama emak-emak,” guraunya sambil tertawa. (rel)





Back to top button