Berita

Tak Terima Tanamannya Digreder, Warga ini Mengadu ke Polres Simalungun

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Lantaran lahan seluas 7.000 meter persegi berisi tanaman berproduksi digreder, Henri Tamba (50) warga Nagori Sipangan Bolon Mekar, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun laporkan AS ke Polres Simalungun, Jumat (13/9/2019) sekira Pukul 13.45 WIB.

Dalam laporannya, perbuatan AS telah mengakibatkan mata pencaharian Henri hilang dan menyebabkan kerugian ratusan juta.

Saat diwawancarai, Henri bersama istrinya Sorti (48) memutuskan menempuh jalur hukum agar pihak penegak hukum memproses AS yang telah bersikap sewenang-wenang.

Menurut Henri, lahan seluas 7000 meter persegi itu telah dia kelola sejak tahun 1999 dan bertani menanam tanaman seperti cabai, kopi, pisang, andaliman, Pokat, kemiri dan aren.

“Lahan seluas 7000 meter itu sekarang statusnya Areal Penggunaan Lain (APL), saya kelola sudah 20 tahun sejak tahun 1999, di lahan itu sudah saya tanami cabe, pisang andaliman, pokat, kemiri dan aren dan kopi lagi berbuah,” ucapnya.

Henri menerangkan bahwa AS baru tinggal 2 tahun di samping rumahnya dan ingin menguasai lahan tersebut dan mengaku lahan tersebut adalah tanah adat Sinaga.

“Persoalannya, Kamis (12/9/2019) sekira Pukul 11.00 WIB, AS datang bersama 29 orang temannya membawa alat berat mengreder semua tanaman yang ada di lahan itu, semua habis tinggal rumah kami berdiri di sana,” terangnya.

Sementara Sorti Nainggolan sambil menangis mengatakan perbuatan AS dengan temannya sangat merugikan dan meresahkan kehidupannya.

“Ngeri kali ito, kalau kutengok pas digreder stress aku, padahal si AS itu anak namboruku kandung, kenapa mulai dulu tidak ada keberatan. Sudah 20 tahun saya tinggal, dia masih dua tahun ingin menguasai. Ditangkap sajalah mereka semua, kerugian harus ganti,” imbuhnya sambil menangis.

Petugas SPKT Polres Simalungun Bripka Wira mengatakan setelah dimintai keterangannya, pelapor Henri Tamba bersama istrinya masih diproses di Unit Satreskrim.

“Laporannya sudah kita terima, selanjutnya korban dan istrinya akan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di bagian Satreskrim Polres Simalungun,” singkatnya. (mag-05)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close