Berita

Tak Terbukti Korupsi, MA Bebaskan Nurhayati Hasibuan

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID– Nurhayati Hasibuan, warga Gunung Baringin Desa Situmba Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tidak terbukti bersalah melakukan korupsi proyek Pembangunan Pasar Situmba Sipirok.

Dalam perkara dugaan tipikor Pembangunan Pasar Situmba Sipirok, terdakwa dinyatakan tidak bersalah oleh Majelis Hakim Agung di Mahkamah Agung RI yang terdiri dari Dr H Andi Samsan Nganro SH MH selaku Ketua dan Prof Dr Krisna Harahap SH MH dan Dr Leopold Luhut Hutagalung SH MH selaku anggota (Hakim ad hoc MA).

Pernyataan tidak bersalah itu tertuang dalam putusan No. 3427 K/Pid.Sus/2019 tertanggal 19 Nopember 2019.
Sebelumnya, Nurhayati Hasibuan didakwa oleh Kejari Tapanuli Selatan bahkan MA menyatakan terhadap putusan terdahulu yakni Putusan PT Medan Nomor : 02/Pid.Sus-TPK/2019/PT MEDAN tanggal 11 April 2019 maupun Putusan PN Tipikor Medan Nomor: 83/Pid.Sus-TPK/PN.MDN tanggal 07 Januari 2019 menyatakan Nurhayati bersalah serta menghukumnya selama 1 tahun dinyatakan batal karena kedua putusan itu telah keliru dalam menerapkan hukum.

”Benar, kami baru mendapat petikan Putusan MA dari PN Medan atas perkara klien kami Nurhayati SPd, warga Sipirok dan ternyata putusan MA itu memenangkan klien kami. MA membebaskan klien kami dari segala dakwaan jaksa atas perkara Tipikor pembangunan Pasar Situmba Sipirok dan menyatakan klien kami tidak terbukti bersalah melakukan apa yang didakwakan jaksa serta terhadap putusan PN Medan dan PT Medan yang menyatakn klien kami bersalah tempo hari serta menghukumnya 1 tahun batal karena putusan itu keliru menerapkan hukum terhadap Nurhayati,” beber Marwan Rangkuti dan Darmansyah, selaku Penasehat hukumnya Nurhayati Hasibuan di Kantor Hukum MARWAN RANGKUTI & REKAN, Jalan Perintis Kemerdekaan Ruko Perumahan Griya Sarina Regency Padangsidimpuan, kepada wartawan, kemarin.

Selain itu, menurut Darmansyah yang juga rekan Marwan Rangkuti, Hakim Agung MA juga memerintahkan kepada jaksa dalam putusannya untuk segera memulihkan hak Nurhayati Hasibuan dalam kemampuannya serta harkat martabat seperti keadaan semula.

“Selain membebaskan klien kami dari segala dakwaan Jaksa serta membatalkan putusan PN Medan Dan juga PT Medan yang menyatakan klien kami bersalah, MA juga memerintahkan agar hak Nurhayati hasibuan dalam kemampuannya dipulihkan kembali termasuk juga harkat dan martabat seperti keadaan semula.

Lebih lanjut Darmansyah menjelaskan sebelumnya Nurhayati Hasibuan juga pernah memenangi gugatan Praperadilan atas penetapannya sebagai Tersangka oleh Polres Tapanuli Selatan dimana berdasarkan Putusan Prapid PN Padangsidimpuan No. 04/Pid.Pra/2016/PN.Psp tgl 04-10-2016 diputuskan penetapan Tersangka Nurhayati Hasibuan tidak sah dan tidak berdasarkan hukum bahkan pasca putusan itu, Kasat Reskrim saat itu AKP Jama Purba telah menjalankan isi putusan Prapid dengan mencabut status tersangka sesuai suratnya No.B/297/XI/2016/Reskrim tanggal 29-11-2016 terhadap perkara itu.

Namun anehnya, setelah pergantian Kasat Reskrim beberapa tahun kemudian ternyata Polres Tapsel dengan alasan adanya perintah dari Polda Sumut (Direskrimsus) meminta perkara itu diajukan kembali hingga persidangan dan akhirnya MA membebaskan Nurhayati Hasibuan atas perkara itu. (rel/fe)



Unefa

Pascasarjana

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close