Berita

Tak Divonis Mati, Terdakwa Kasus 250 Kg Ganja di Sidimpuan Dihukum 20 Tahun Penjara

FaseBerita.ID – Sidang putusan untuk Pandapotan Rangkuti dan Adi Saputra Nasution alias Boja berlangsung secara online, Senin(7/9) siang. Dipimpin Lucas Sahabat Nduha sebagai Hakim Ketua yang tersiar dari Gedung Pengadilan Negeri Padangsidimpuan.

Sementara Pandapotan Rangkuti dan Adi Saputra Nasution alias Boja didampingi Sahor Bangun Ritonga sebagai penasehat hukum, berada di Lapas Klas IIB Salambue. JPU oleh Gabena Pohan dan M Zul Syarfan mendengar dari Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan.

Sahabat Nduha membacakan putusannya melalui berbagai pertimbangan, ia menolak tuntutan hukuman mati dan hukuman seumur hidup bagi kedua terdakwa.

Sahabat kemudian membacakan putusan untuk kedua terdakwa dengan penjara kurungan selama 20 tahun penjara.

“Dan dengan denda Rp1 miliar atau 6 bulan penjara,” kata Sahabat Nduha lalu mengetuk palunya.

Kedua JPU, Gabena Pohan dan M Zul Syafran lalu menanggapi putusan Hakim, sementara untuk berpikir lagi apakah banding atau tidak. Begitu juga dengan Sahor Bangun Ritonga, ia pun menanggapi putusan itu berpikir untuk banding.

Kedua JPU, Gabena Pohan dan M Zul Syafran lalu menanggapi putusan Hakim, sementara untuk berpikir lagi apakah banding atau tidak. Begitu juga dengan Sahor Bangun Ritonga, ia pun menanggapi putusan itu berpikir untuk banding.

Sahor Bangun Ritonga bersyukur atas putusan Hakim tidak menjatuhi kedua terdakwa dengan hukuman mati. Ia pun berterimakasih atas dukungan dan doa masyarakat.

Dalam putusan ini, Sahor juga menyatakan akan melihat yang lebih baik dari pertimbangan Hakim.

“Sementara kita tunggu dulu, bagaimana sikap kita dengan putusan ini. Apalagi perlu waktu tujuh hari apakah JPU nantinya akan banding, dan Kita pun harus menyiapkan peluang peluang yang lebih baik. Sementara ini Kita bersyukur tidak sampai hukuman mati,” terang Sahor.

Sedangkan Pandapotan Rangkuti dan Boja juga sangat bersyukur dengan putusan ini. Pandapotan pun dengan suara serak menahan tangis, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan Sahor Bangun Ritonga, masyarakat dan keluarga.

Ia juga mengajak keluarga untuk bersabar meskipun hukumannya selama 20 tahun.

“Istri dan anakku, bersabar-sabar kalian ya. Ini pun mungkin masih ada pertimbangan, karena kami bukan pemilik ganja itu. Karena keadaan ekonominya terpaksa saya rela jadi kurir. Yang penting kami tidak dihukum mati atau seumur hidup,” ungkap ayah empat anak suami Nurmina yang mengenakan peci dalam persidangan itu. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button