Berita

Tak Ada Lahan, Tempat Pembuangan Sampah Dibangun di Atas Drainase

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID-Sejumlah fasilitas umum yang dikerjakan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sejahtera, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, dari Program Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) seperti, tempat sampah, sumur bor, sarana MCK dan fasilitas umum lainnya, terkesan dibangun tidak seperti yang diharapkan.

Pasalnya, pelaksanaan sejumlah program KotaKu di Tanjungbalai yang terkesan asal-asalan ini dinilai tidak sesuai dengan tujuan dari program KotaKu yakni, meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kontribusi pengurangan kumuh dengan pengerjaan jalan lingkungan, drainase, persampahan, dan penataan permukiman.

Pantauan kru koran ini di lapangan, Jumat (13/12), terlihat tempat pembuangan sampah di atas saluran drainase yang dibangun BKM Sejahtera melalui program Kota Ku, pengerjaannya dimulai di Jalan Anggrek Lingkungan V Kelurahan Muara Sentosa Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai. Ada lima titik pembangunan tempat sampah yang akan dibangun, masing-masing lingkungan I, II,  III, IV dan V.

Sakkan Sinaga ST selaku Askorkot Infra Kota Tanjungbalai ketika dihubungi melalui selulernya mengatakan, pembangunan tempat sampah di atas saluran drainase sudah disepakati bersama oleh BKM dan Korkot sebagai fasilitator.

“Tidak ada tempat lahan tanah yang diberikan masyarakat untuk pembangunan tempat pembuangan sampah, itu sudah kita musyawarahkan kepada masyarakat atas pemakaian tanah atas hal itu, ya terpaksa di bangun di atas saluran drainase. Tempat sampahnya berukuran cuma 2 meter,” jelas Sakkan “Kalau ada sampah masuk ke dalam drainase tersebut, pengorekan masih bisa dilakukan tidak terhalangi, ukurannya cuma 2 meter, kan tidak sulit,” sebutnya lagi.

Sementara, Koordinator BKM Sejahtera Kelurahan Muara Sentosa Kecamatan Sei Tualang Raso, Muli mengatakan hal yang sama ketika dikonfirmasi lewat telepon seluler.

“Sudah diupayakan permohonan kepada masyarakat untuk memberikan sedikit tanah buat pembuatan tempat sampah, namun dalam musyawarah tersebut  masyarakat tidak memberikan kejelasan apapun,” kata Muli. Maka, sambungnya, konsekuensinya atas kesepakatan bersama dari pihak penyelenggara yaitu Asosiasi Kota (Askot), tempat sampah dibangun di atas parit (drainase).(ck-04/ahu/fe)



Unefa

Pascasarjana
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker