Berita

Tak Ada Formasi Guru di CPNS Asahan 2019

FaseBerita.ID – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Asahan sebagai panitia lokal perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemkab Asahan telah  merilis 120 formasi yang dibuka secara luas untuk masyarakat umum.

Pendaftaran secara online melalui website sscasn.bkn.go.id sudah bisa dilakukan sejak 11 November hingga tanggal 24 November 2019. Namun dari 120 kuota tersedia tak satupun berasal dari tenaga pendidikan (guru).

“Ada 120 formasi CPNS tahun ini, satu formasi untuk tenaga kesehatan, yaitu dokter spesialis kulit dan kelamin. Sisanya, 119 lainnya formasi untuk tenaga teknis,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Asahan, Andriansyah Pane Senin (11/11/2019) saat dikonfirmasi wartawan.

Dijelaskan Andriansyah, awalnya Pemkab Asahan mendapat jatah 186 formasi CPNS tahun ini dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Kemenpan RB).

Namun, BKD meminta revisi karena tidak ada satu pun formasi untuk tenaga guru. Setelah berkonsultasi ke Kemenpan RB, akhirnya formasi tenaga guru akan ditampung pada penerimaan CPNS tahun depan.

“Ditetapkan Kemenpan RB ada 186 formasi CPNS. Kami minta revisi, supaya dimasukkan tenaga kesehatan dan tenaga guru. Dari Kemenpan RB dijelaskan bahwa tenaga guru dan kesehatan nggak bisa masuk. Kalau mau dimasukkan, disarankan untuk tahun depan saja. Maka jadinya untuk tahun ini akhirnya hanya 120 formasi,” jelasnya sembari menambahkan pendaftaran dilakukan secara online. Tidak ada menyerahkan berkas ke pegawai BKD saat pendaftaran.

Sementara itu, Suri Kartika warga Kelurahan Gambir Baru, Kisaran Timur yang datang melihat informasi peluang CPNS di kantor Badan Kepegawian Daerah (BKD) Asahan mengaku kecewa begitu mendapatkan informasi Asahan tak membutuhkan kuota untuk tenaga pendidikan (guru).

“Saya berharapnya ada peluang untuk guru. Rupanya tahun ini tak ada. Kecewa lah,” kata Suri saat berbincang bersama wartawan.

Kendati berharap dibukanya peluang CPNS untuk formasi guru di Asahan tak membuat semangat ibu dua anak lulusan Universitas Negeri Medan ini patah arang. Dia berencana akan mencoba peluang formasi guru pada Kementrian Agama kendati pelaksanaan ujian nanti bakal dilakukan di Medan.

“Kalau saya kan dasarnya memang dari Pendidikan. Karena di Asahan gak ada buka guru mungkin coba dari tempat lain. Di Kemenag kabarnya ada buka untuk formasi guru,” ujarnya. (per/rah)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker