Berita

Tahun 2019, BNN Asahan Rehabilitasi 229 Pengguna Narkoba

KISARAN, FaseBerita.ID– Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Asahan sepanjang tahun 2019 telah melakukan rehabilitasi sebanyak 229 pengguna narkoba yang dilayani pada sejumlah fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah hingga direhabilitasi ke loka rehab BNN di Deliserdang, Batam dan Bogor.

“Dari sebanyak 229 orang tadi yang mendapatkan rehabilitasi itu sebanyak 214 orang di klinik pratama pelita BNN Asahan, 10 orang rawat inap di Yayasan Caritas, 6 orang di rehabilitasi BNN Lido di Bogor, 4 di Loka Rehabilitasi Batam dan 5 orang di Loka Rehabilitasi Deli Serdang,” kata Kompol B Sitompul, Kepala BNN Asahan saat pemaparan rilis akhir tahun di kantor setempat, Jumat (20/12).

Ditambahkan, Kompol B Sitompul, selain memberikan layanan rehabilitasi bagi penyalahgunaan narkotika, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Asahan juga melaksanakan program kegiatan berupa p enguatan Rehabilitasi Instansi Pemerintah Kepada Klinik Pratama BNN Asahan, RSUD. HAMS Kisaran dan Puskesmas Gambir Baru.

Sementara itu dibidang pemberdayaan masyarakat BNN Asahan melibatkan partisipasi aktif lembaga untuk melakukan tes urine terhadap orang yang terindikasi menyalahgunakan narkoba kepada 1.003 orang yang terdiri dari Instansi Pemerintah sebanyak 396 orang, instansi swasta sebanyak 241 orang, Lingkungan Pendidikan sebanyak 339 orang dan kelompok masyarakat sebanyak 27 orang, dan dilakukan deteksi dini hingga ditemukan 57 orang yang terindikasi menyalahgunakan narkotika.

“Pada periode tahun 2019 Badan Narkotika Nasional Kabupaten Asahan telah mendorong 3 Lembaga/instansi baik pendidikan dan organisasi masyarakat untuk membentuk kebijakan pembangunan berwawasan anti narkoba serta 32 orang relawan anti narkoba sebagai perpanjangan tangan BNN di lingkungannya masing- masing adapun 3 Instansi tersebut adalah SMP Muhammadiyah Sentang, SMK-SPP Negeri Asahan dan Karang Taruna Kecamatan Silau Laut,” tambahnya.

“Penyelenggaraan Diseminasi Informasi di Kabupaten Asahan telah dilaksanakan sebanyak 125 paket kegiatan dengan jangkauan sebaran informasi sebanyak 301.300 orang penduduk Kabupaten Asahan atau sebesar 41,92 % dari jumlah penduduk,” tambah Sitompul.

BNN sebagai lembaga negara yang memiliki kewajiban penuh dalam penanganan permasalahan narkoba di Indonesia. Menjadi garda terdepan dalam memutuskan langkah dan kebijakan dalam mengatasi peredaran gelap narkoba dan menekan penyalahgunaan narkoba. Memutus mata rantai pemosok narkoba dan memutus mata rantai para pengguna narkoba.

Sedangkan dalam hal pemberantasan BNN Kabupaten Asahan melalui Seksi Pemberantasan telah berhasil menyelesaikan 4 Kasus Narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 5 orang yang terdiri dari 5 orang laki laki.
“ Dari kasus yang berhasil diungkap aparat penegak hukum dalam kejahatan Narkoba, barang bukti yang disita jenis sabu seberat 5,94 gram,” ujarnya. (per/rah/fe)

 

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close