Berita

Tabung Gas Meledak, 1 Orang Kritis

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Tabung gas subsidi ukuran 3 kilogram (kg) meledak di salahsatu pangkalan di Jalan Prov HM Yamin, LK IV, Kelurahan Sirantau, Kota Tanjungbalai, Kamis (2/5) sekitar 07.15 WIB. Dalam peristiwa ini satu orang karyawan mengalami luka bakar dan kini sedang dirawat di rumah sakit.

Korban bernama Faisal Lubis (28). Faisal sendiri pasca kejadian langsung dilarikan ke RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai. Rambutnya gosong akibat luka bakar yang dideritanya. Sementara pemilik pangkalan selamat dan sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

Informasi dihimpun wartawan, selain korban luka, ledakan tersebut juga menyebabkan satu unit sepedamotor rusak parah. Bahkan, gudang penyimpanan tabung gas yang terbuat dari beton mengalami retak-retak. Dan, pintu gudang melayang ke rumah tetangga akibat kuatnya ledakan.

Ledakan tersebut terjadi diduga akibat tabung gas 3 kg dan 12 kg yang ada di gudang bocor. Sehingga saat karyawan pangkalan gas menghidupkan sepedamotor, memicu terjadi ledakan dahsyat hingga mengejutkan warga sekitar. “Ini gudang jadi tempat penyimpanan tabung gas,” kata salahseorang warga sekitar.

Menurut warga, pangkalan tersebut disinyalir sebagai tempat penimbunan gas ilegal serta tempat pengoplosan gas bersubsidi 3 kg ke dalam tabung gas 12 kg.

“Kejadiannya tiba-tiba. Kami pas sarapan pagi.Tiba-tiba dikejutkan suara ledakan macam suara bom. Gudang itu memang tempat penyimpanan tabung gas. Tiap hari ada yang beraktifitas di sana. Pagi dan sore. Bahkan sampai malam masih ada orang yang beraktivitas di gudang itu,” kata Neneng, warga sekitar.

Menurut Neneng, aktivitas di gudang itu bisa sampai pukul 02.00 dini hari. “Kadang kita mencium bau gas. Kadang cemas juga begitu mencium bau gas di sana. Takut terjadi apa-apa. Namanya tetangga,” ungkap wanita itu.

“Sejak ledakan itu, ada satu karyawan bernama Faisal Lubis mengalami luka bakar. Tapi sudah dilarikan ke RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai. Rambutnya gosong. Sedangkan pemilik pangkalan dibawa polisi. Mungkin mau diminta keterangan,” sambungnya.

Kejadian ini dibenarkan Kepala Lingkungan III. Kepling mengatakan, sepengetahuan dia, gudang itu sebagai tepat penyimpanan tabung gas. Hanya saja selama ini pintu gudang lebih sering tertutup.

“Kita tidak tau persis apa kegiatan di gudang itu. Karena selama ini pintu gudang sering ditutup. Ada sih warga yang melapor. Tapi masih simpang siur. Bahkan kita sudah pernah menegur,” ungkap Kepling.

Amatan wartawan di lokasi, di dalam pangkalan gas terdapat ratusan tabung gas bersubsidi 3 kg tanpa segel atau label dan puluhan tabung gas elpiji 12 kg berisi gas dan yang sudah kosong.

Bahkan di lantai pangkalan terlihat beberapa segel/ cap gas bersubsidi berwarna hitam bertuliskan PT Jep Putera Gasindo, agen elpiji 3 kg Dusun Simpang Siranggong, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura.

Di lokasi tertera dua plank yaitu Pangkalan gas dengan nama Triswansyah Putra, Agen CV Sukses Teguh Gemilang, dengan nomor ijin NIAP 11-4-294, dan plank Agen LPG NPSO PT Pertamina KPN-PPSB dengan nama pemilik yang sama.

Di dalam pangkalan terdapat gas 12 kg, gas subsidi 3 kg, tanpa pakai label segel. Diduga gas susbsidi ilegal dan tempat penyulingan gas 3 kg ke 12 kg.

Kondisi tempat pangkalan berukuran 2 x 4 meter rusak parah. Satu unit sepedamotor BK 5522 VN juga rusak parah.

Kapolres Tanjungbalai melalui Kasat Reskrim AKP Harefa Kurniawan ketika hendak dikonfirmasi wartawan melalui selulernya mengaku masih berada di lapangan.

“Langsung ke Polsek aja dulu ya. Lagi ada tugas lain ini. Nanti kalau saya sudah balik, baru saya kroscek ke anggota,” kata Kasat Reskrim AKP Harefa Kurniawan.

Sementara Kapolsek Sei Tualang Raso Iptu J Gultom menolak memberikan komentar. Dengan alasan yang menangani kejadian tersebut pihak Polres.

“Soal kejadiannya benar. Tetapi langsung ke Polres aja ya bos. Mereka yang menangani. Tabungnya juga sudah dibawa ke sana,” ujar Kapolsek Sei Tualang Raso Iptu J Gultom. (CK-04/des)

iklan usi



Back to top button