Berita

Supir Truk Pemerkosa Gadis Itu Dibui 8 Tahun

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Terdakwa Ferdinan Hutagalung alias Bunggali (27) supir truk kayu logging, warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Sipoholon, Taput, divonis selama 8 tahun penjara oleh Majleis Hakim Pengadilan Negeri Simalungun, Selasa (21/1).

Hukuman itu atas kasus pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 23 tahun, yang bekerja sebagai pegawai swasta di Tobasa.

Majelis Hakim Novarina didampingi hakim anggota Mince SH dan Hendrawan SH menyebutkan terdakwa melanggar Pasal 285 KUHP.

Sebelumnya Jaksa Fransisca Sitorus menuntut terdakwa 10 tahun penjara atas tindak pidana “persetubuhan dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan memaksa seorang perempuan bersetubuh dengan dia diluar perkawinan”.

Perbuatan terdakwa Ferdinan dimulai dengan perkenalan pertama di rumah makan di daerah Lumban Julu, saat terdakwa makan bersama keneknya Jono Tobing.

Sebelumnya di rumah makan itu, terdakwa berkenalan dengan SP yang sudah menunggu korban. Saat itu pukul 21.00 WIB, korban menelepon SP untuk berkenalan langsung.

Oleh SP meminta korban datang ke Lumban Julu, di tempat tambal ban yang ada rumah makan itu. Cukup jauh dari tempat tinggal korban di Kecamatan Tampahan Balige. Tetapi korban mau datang dengan naik bus KBT dan sampai di rumah makan itu pukul 23.00 WIB.

Waktu korban sampai, SP sudah berada di rumah makan itu menunggunya sambil mengobrol dengan terdakwa dan keneknya Jono Tobing.

SP memperkenalkan korban kepada terdakwa bersama keneknya. Lalu pukul 01.30 WIB, SP mengajak korban pulang. Tetapi karena terdakwa pandai bercerita dan merayu korban hingga tergoda belum mau pulang.

Kesal, SP meninggalkan mereka. Larut malam, terdakwa membujuk rayu korban ikut jalan-jalan ke Siantar usai mengantar kayu pinus. Korban menolak tetapi karena suasana sepi dan gelap, disitulah terdakwa beraksi dengan memaksa korban masuk ke dalam truk.

Terdakwa kemudian mengarahkan truknya melaju ke arah Siantar. Dipinggir hutan yang sepi, gelap di Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, beraksi. Dia menyuruh kerneknya turun dan mengunci pintu mobil serta menghidupkan musik kuat-kuat agar dia bebas menggauli korban.

Akibat korban terus meronta, terdakwa panik dan kemudian menyumbat mulut korban dengan kain sembari mengancam korban agar tidak berteriak, kemudian memperkosanya.

Setelah itu, mereka selanjutnya mengantar kayu pinus ke gudang dan meninggalkan korban di luar gudang tersebut dengan memberinya uang Rp20 ribu buat ongkos pulang ke Tobasa. (ros)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button