Berita

Sungai di Batubara Mulai Dicemari Bangkai Babi

FaseBerita.ID – Masyarakat Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batubara dibuat resah atas keberadaan bangkai babi yang diduga sengaja dibuang oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Bangkai ini diperkirakan belasan ekor dan kondisi ini terjadi sudah hampir sepekan terakhir, namun belum ada pihak berwewenang yang mau mengevakuasi bangkai tersebut.

Karena jumlahnya semakin hari semakin bertambah, warga kesal kemudian penampakan belasan ekor bangkai babi itu diunggah ke media sosial facebook oleh akun bernama Mukty pada Kamis (20/2) kemarin, dan postingannya hingga Jumat (21/2) siang sudah dibagikan hampir 200 kali.

“Bangkai babi yg ke 15. Tolong lah pihak2 terkait tolong turun kemari. DINAS PERAIRAN BATU BARA.  Ini sungai tempat cari makan kami. Tolong beri sangsi kepada pihak2 yg tidak bertanggung jawab membuang bangkai babi nya kemari. Lokasi. Desa TANJUNG MULIA kec.NIBUNG HANGUS Kab. BATU BARA,” tulisnya.

Mukty yang dihubungi wartawan mengatakan adapun lokasi sungai terdapat belasan ekor bangkai babi itu berada di jembatan bajang yang aliran berasal dari anak sungai silau dan bermuara di laut lepas selat malaka melewati aliran yang biasa dilalui nelayan sekitar untuk melaut.

Setelah menghitung bangkai babi yang berada hanya beberapa meter dari jembatan desa itu jumlah bangkai terdapat 15 ekor. Namun dia memperkirakan ada puluhan bangkai babi yang sengaja dibuang disini, karena beberapa hari lalu ditemukan tiga sampai empat ekor saja.

“Kemungkinan lebih dari lima belas ini. Karena sebagian terbawa air sungai saat sedang naik. Kalau beberapa hari lalu jumlahnya paling tiga atau empat ekor,” katanya.

Sebelumnya, bangkai babi yang hanyut di sungai-sungai yang ada di berbagai daerah di Sumatera Utara sudah terjadi akhir tahu 2019 lalu di duga karena hewan ternak itu terkena virus hog cholera. Pemerintah juga sudah berupaya melakukan pencegahan hingga penanggulangan dampak virus yang telah membuat ribuan ekor babi mati.

Para peternak diminta mengubur babi yang mati agar tidak mencemari lingkungan. Namun ada saja oknum yang membuang bangkai babi mati ini ke sungai dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat. (per)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close