Berita

Sumut Tetap Pakai Nama GTPP Covid-19, NZ: Kami Dilayani dengan Baik

FaseBerita.ID – Sementara itu berdasarkan surat test swab PCR oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumtera Utara yang dilakukan pada 16 Juli dan 22 Juli 2020, dokter UE bersama dengan kedua orangtuanya kini dinyatakan negatif Covid-19. Artinya mereka bebas dari yang namanya virus corona.

Sebelumnya, warga Kota Sibolga dihebohkan dengan adanya pemberitaan bahwasanya seorang dokter RSUD Dr FL Tobing terpapar Covid-19. Hal itu dibenarkan juga oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga Firmasnsyah Hulu pada 3 Juli lalu. “Setelah Dr UE sebelumnya dinyatakan positif Covid-19, ada 20 orang tenaga medis yang menjalani rapid test. Hasilnya saat itu dinyatakan non reaktif,” ucap Kadis Kesehatan pekan lalu.

Firmansyah juga mengatakan, setelah melakukan rapid test, kemudian pihaknya melakukan tes swab terhadap 20 tenaga medis. Hasil yang keluar untuk 18 orang, salah satunya dokter UE dinyatakan terpapar Covid-19.

Pasca ditemukannya satu tenaga medis terpapar Covid-19, Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Kota Sibolga langsung melakukan antisipasi dengan melakukan tracing terhadap 23 orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan dokter UE, termasuk kedua orang tuanya yang langsung menjalani rapid test.

Bahkan kedua orang tuanya sempat dinyatakan terpapar Covid-19 berdasarkan hasil swab oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumtera Utara dan langsung dilakukan isolasi di Wisma Atlet Aek Parambunan selama 14 hari.

Setelah menjalani masa isolasi itu, dokter UE bersama kedua orang tuanya sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Itu berdasarakan surat test swab PCR oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumtera Utara yang dilakukan 16 Juli 2020 dan hasilnya keluar pada 22 Juli 2020. Dimana mereka dinyatakan sembuh dan bebas dari yang namanya virus corona (Covid-19).

NZ, ayah kandung dokter UE saat dikonfrimasi oleh awak media di kediamanya di Kecamatan Sibolga Kota, Rabu (22/7) menyatakan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, berdasarkan swab PCR, kita dinyatakan negatif Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumut. Kita negatif dan dinyatakan sembuh, dan diperkenankan pulang ke rumah dalam keadaan sehat,” kata Nurdin.

Masih katanya, test swab PCR terakhir dilakukan pada 16 Juli 2020. Kemudian hasilnya keluar pada 22 Juli 2020 dan mereka dinyatakan negatif virus corona.

Sambungnya, pada 10 Juli 2020 yang lalu dia bersama istrinya dinyatakan positif Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provisi Sumatera Utara berdasarkan hasil test swab PCR.

“Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami pun mematuhi anjuran pemerintah daerah untuk menjalani isolasi di Wisma Atlet di kawasan Sport Center Sibolga di Kelurahan Aek Parombunan. Alhamdulillah, selama menjalani isolasi, kami mendapatkan pelayanan yang terbaik. Kami benar-benar diperhatikan. Kami diberi obat-obatan dan vitamin, anti virus dan lainnya,” tuturnya seraya tersenyum.

NZ juga mengatakan ia dan istrinya terpapar Covid-19 karena anak mereka yang berprofesi sebagai dokter dan bertugas melayani masyarakat di RSU FL Tobing Sibolga.

“Artinya, apa yang kami rasakan ini adalah konsekuensi logis, karena anak saya telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai petugas medis. Untuk itu saya ucapkan terima kepada Kadis Kesehatan Sibolga, Puskesmas Aek Parombunan, dokter, paramedis, Polres Sibolga, Satpol PP, RSU FL Tobing Sibolga dan tidak terlepas kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mendoakan, kami dilakukan dengan sangat baik sehingga sembuh dari corona,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat Kota Sibolga senantiasa menjaga kesehatan, mematuhi anjuran pemerintah untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, hindari keramaian dan lainnya. Bila kita diminta menjalani isolasi tolong diikuti. Kami merasa, selama masa isolasi di Wisma Atlet kami nyaman, makanannya juga enak.” (tam)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button