Berita

Sumut Belum Tertular Virus Corona: Perkuat Pencegahan

FaseBerita.ID – Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam, sudah melaporkan ada warganya yang positif virus corona (novel coronavirus/nCoV) ke Sumut. Namun sejauh ini Indonesia, khususnya Sumatera Utara masih belum tertular. Untuk itu, Sumut harus memperkuat pencegahan.

Seluruh stakeholder di Sumut sudah siaga menyikapi penyebaran virus corona. Setelah membentuk Tim Khusus Kesiapsiagaan Penyebaran n-CoV Sumut, Pemprov Sumut melalui Dinas Kesehatan mengumpulkan seluruh Rumah Sakit Umum (RSU) yang ada di Sumut di Kantor Gubernur, Jumat (7/2), untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah sehingga siap dan siaga menanggapi wabah yang mematikan tersebut.

“Ini agar kita satu bahasa, satu pandangan dan satu gerak langkah menanggapi penyebaran virus korona. Dengan begitu, tidak akan ada kesalahan merespons n-CoV atau gagap menanggapi virus ini,” kata Kepala Dinkes Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menjawab Sumut Pos, usai rapat.

Diungkapkannya, sejak wabah virus corona membahayakan dunia, seluruh stakeholder terkait sudah bergerak cepat. Terutama pada pintu-pintu masuk warga negara asing ke Sumut. Bahkan sudah pula diberikan kartu kewaspadaan kepada semua penumpang seperti di bandara, baik yang masuk maupun keluar dari Sumut. Tak hanya WNA, juga berlaku kepada WNI.

“Laporan semua manifest itukan diberikan ke kami. Namun yang akan ketat kita awasi bersama, jika dalam pemeriksaan terdapat gejala-gejala nCoV ini, mereka bakal diisolasi di rumahnya masing-masing selama 14 hari di mana ada pihak yang menjamin dari keluarganya,” katanya.

Dinkes Sumut juga akan intens mengawasi orang-orang yang diisolasi tersebut. Jika ditemukan gejala-gejala suspek nCoV, penanganan akan dilanjutkan ke RSUP H Adam Malik sebagai rujukan RS isolasi wabah virus tersebut. “Sebenarnya hal ini adalah SOP baku dan sudah berjalan. Jadi semua manifest setiap penerbangan itu ada.

Mereka dapat kartu kewaspadaan selama 14 hari. Dan dia pun kalau ada terjadi apa-apa pasti segera lapor. Sebab sifatnya sudah dalam kondisi darurat, dan warning dari WHO (Badan Kesehatan Dunia). Yang terpenting harapan kita dari pertemuan ini, semua stakeholder menjadi siap dan tidak panik dalam menyikapi wabah virus nCoV,” katanya.

Ciri-ciri orang terjangkit n-CoV berdasarkan Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus dari Kementerian Kesehatan RI antara lain deman 38 derajat atau memiliki riwayat deman, batuk/pilek, nyeri tenggorokan, pnemonia ringan hingga berat. Namun, menurut Tim Penanganan Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa dan PINERE RSUP H Adam Malik Medan Ade Ramaini, hal lain yang paling penting diperhatikan adalah riwayat perjalanan pasien.

“Singapura memang daerah yang terjangkit virus corona, tetapi bila aktivitas pasien hanya ke mal, jalan-jalan atau ke rumah saudaranya ini sangat kecil kemungkinan dia terjangkit. Kecuali dia ke RS tempat perawatan pasien terjangkit corona virus atau petugas kesehatannya atau PRT yang bosnya terjangkit. Jadi saya berharap dokter yang bertanggung jawab lebih detail menanyakan soal ini,” katanya.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Medan Priagung Adhi Bawono mengatakan, Indonesia sudah melakukan persiapan penyebaran virus corona bahkan sudah memprediksi adanya wabah global yang akan menyerang manusia. Khusus untuk penyebaran n-CoV pemerintah sudah mengeluarkan beberapa peraturan seperti UU dan juga surat edaran.

“Kita sudah memprediksikan adanya wabah jauh sebelum n-CoV. Karena sudah beberapa kali terjadi seperti SARS dan MERS. Tetapi sekarang kita juga mengeluarkan peraturan seperti UU No. 6 Tahun 2018, Surat Edaran Dirjen P2P No. SR.0364/II/55/2020 dan HK.02.02/II/329/2020. Jadi kita sudah punya pedoman,” kata dia.

Mulai 6 Februari 2020 menurut laporan WHO ada total 28.276 kasus corona virus di seluruh dunia dari 25 negara (termasuk Tiongkok). Sedangkan Indonesia sendiri masih belum terdapat kasus positif virus corona walau negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam dan Kamboja memiliki kasus positif nCoV.

Priagung berharap Indonesia khususnya Sumut tetap bekerja keras untuk mencegah virus ini masuk dan bila masuk sudah tahu apa yang harus dilakukan.

“Sampai detik ini belum ada laporan kasus positif corona virus di Sumut dan Indonesia. Tentu saja kita mengharapkan tidak ada kasus sampai wabah ini selesai. Namun, bila ada kita juga harus sudah siap menanganinya. Untuk itulah kita berkumpul di sini. Jadi, kuncinya adalah koordinasi yang kuat,” katanya.

Pertemuan turut dihadiri Kabinda Sumut Ruruh A Setyawibawa, Forkopimda, OPD terkait, direksi dan dokter RSU yang ada di Sumut, asosiasi kedokteran dan para pelaku kesehatan.

KNIA Belum Temukan Penumpang Suspek Corona

Sejak diberlakukannya larangan masuk bagi warga Negara Tiongkok oleh pihak Imigrasi, pihak Bandara Kualanamu (KNIA) memastikan belum ada ditemukan penumpang dengan gejala virus corona. “Mudah-mudaan semuanya yang take off dan landing dari Kualanamu aman dan sehat,” kata Plt Branch Communication & Legal Manager PT Angkasa Pura II KC Bandara International Kualanamu, Paulina Simbolon, Jumat (7/2).

Dikatakan Paulina, pihak Bandara Kualanamu berupaya semaksimal mungkin untuk pencegahan penyebaran virus Corona. Salah satunya pengecekan suhu badan penumpang melalui Thermal Scanner secara berkala oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan bersama stakeholder terkait, untuk penerbangan Internasional.

Selain Bandara Kualanamu, larangan masuk bagi WN Tiongkok juga serentak berlaku di seluruh Indonesia. Pasca-penetapan, hingga kini belum ada WN Tiongkok yang masuk dari Bandara Kualanamu. Kalau ada, langsung dilakukan penolakan.

Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus Medan, Supartono, menerangkan, selain memberlakukan larangan masuk bagi WN Tiongkok, Pemerintah Indonesia juga menghentikan sementara penerbangan langsung ke negara tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona. “Warga negara Indonesia juga dilarang melakukan kunjungan ke Tiongkok. Kita juga menyiagakan petugas, terutama di bandara untuk memeriksa siapa saja warga negara asing yang masuk ke Sumut,” katanya.

Supartono menjelaskan, meski penerbangan langsung dari dan ke Tiongkok sudah ditutup, sebagian besar yang masuk ke Sumut biasanya transit lebih dulu di Singapura atau Malaysia. Hal ini menjadi perhatian serius pihaknya untuk lebih teliti memeriksa warga negara asing masuk ke Kualanamu.

“Hanya berlaku bagi warga negara Tiongkok yang datang dari Tiongkok daratan, karena di sana virus corona. Jika ada warga negara Tiongkok yang tinggal di Australia, atau lain, bukan dari Tiongkok daratan, tetap kami izinkan masuk,” katanya.

Sejak diberlakukannya larangan penerbangan langsung ke Tiongkok, menyusul penghentian sementara bebas visa terhadap warga negara Tiongkok, diimbau tidak panik, karena pemerintah akan memfasilitasi perpanjangan visa.

“Tiongkok sendiri sudah melarang masuknya orang luar ke negara mereka. Nah, warga negara Tiongkok yang hendak pulang ke negaranya kemungkinan besar akan ditolak. Konsekuensinya, mereka harus memperpanjang visa atau izin tinggal,” terang Supartono.

Sepanjang Desember 2019, warga negara asing yang mendarat di Bandara Kualanamu dari Tiongkok sebanyak 1.173 orang dan yang bertolak ke Tiongkok sebanyak 1.102 orang. Angka tersebut turun pada Januari 2020. Pendatang dari Tiongkok hanya 661 orang, sementara yang berangkat ke Tiongkok sebanyak 942 orang. (prn/ris/smg)

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close