Berita

Sudah 10 Terduga Teroris Jaringan Sibolga Diamankan

JAKARTA, FaseBerita.ID – Tim Densus 88 Mabes Polri kembali meringkus terduga teroris berinisial K. K diduga Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengungkapkan aparat awalnya menangkap P di Lampung, pada Sabtu (9/3). Namun saat dilakukan pengembangan ternyat K masih berafiliasi dengan Y. “Yang bersangkutan atas nama K sudah diikuti sekian lama pasca penangkapan P,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/3).

Menurut Dedi, K ini juga diduga terlibat dengan jaringan Sibolga. Akibatnya K pun ditetapkan DPO. Tak hanya itu, dari rekam jejaknya K juga diketahui pernah ikut latihan dengan kelompok Ujang, jaringan teroris Surabaya. “Keterlibatan saudara K di dalam kelompok ini. Tentu sangat aktif kalau gak aktif gak masukan DPO,” tuturnya.

Adapun peran K dalam kelompok ini, yaitu bertugas menyasar aparat keamanan untuk meledakkan diri.

“Mereka memanfaatkan peluang yang mereka miliki sasarannya aparat keamanan,” ungkap Dedi.

Baca: Ada Asam Klorida di Lambung Perempuan Terduga Teroris

Dedi Prasetyo juga mengungkapkan, hingga saat ini tim Densus 88 sudah mengamankan 10 terduga teroris jaringan Sibolga. Ke-10 teroris tersebut merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

“Jadi sampai saat ini total teroris kelompok Sibolga ada 10 teroris,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/3).

Dedi tak merinci secara detait inisial teroris kelompok Sibolga tersebut. Yang jelas kata dia, masih ada 12 lagi kelompok Sibolga yang sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif. “Jadi ada 12 masih dalam proses pemeriksaan,” beber Dedi.

Sepuluh orang ini merupakan jejaring yang berkomunikasi dengan JAD yang berafiliasi ISIS. Mereka berbeda dengan dua pelaku teror yang ditangkap di Kalbar pada 10 Maret dan Riau pada 14 Maret.

Sebelumnya polri telah menangkap teroris baru berinisial K. tersangka ditangkap di Lampung pada 22 Maret 2019. K juga terlibat dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung yang dipimpin oleh Ujang Saefullah, namun tersangka Ujang telah ditangkap oleh Densus 88 usai peristiwa ledakan bom Surabaya pada 13 Mei 2018 silam. (ps)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button