Berita

Suami Diburon Istri Jadi Tahanan

Pengungkapan Kasus 9 Bal Ganja

TAPTENG, FaseBerita.ID – Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap S Panjaitan alias Jait (48) dan rekannya DS (42) terkait kepemilikan 9 kilogram ganja kering. Bahkan, pihaknya sudah memasukkan kedua pria itu dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Demikian diungkapkan Kapolres saat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan penyimpanan, kepemilikan dan peredaran norkoba di wilayah Tapanuli Tengah.

Konfrensi pers digelar pada Jumat (8/11/2019) sore lalu setelah personil Satres Narkoba mengamankan seorang dari tiga pelaku kepemilkan narkoba jenis ganja, Rabu (6/11/2019) Sore. Adalah K Boru Sitompul (45) istri dari S Panjaitan. Ia sebelumnhya sudah mengetahui narkoba jenis ganja kering yang disembunyikan oleh suaminya dengan cara menanam ganja tersebut di dalam ember jumbo berwana merah.

Disebutkan, K br Sitompul mengetahui keberadaan narkoba milik suaminya itu dan ikut berperan membantu sang suami dalam mendistribusikan narkoba tersebut.

Dijelaskan, pengungkapan kasus itu atas dasar informasi yang diperoleh dari masyarakat ke personel Satres Narkoba Tapteng. Selanjutnya polisi mendatangi areal persawahan yang diduga menjadi tempat para tersangka, yakni Jait dan DS, menyimpan narkoba.

Sesampainya di persawahan, polisi langsung memanggil K Boru Sitompul yang sedang bekerja di persawahan. Dengan wajah tidak bersalah, Boru Sitompul datang menghampir polisi. “Setelah itu petugas kita langsung melakukan interogasi,” jelas Kapolres.

Dari hasil interogasi, istri Jait menunjukkan tempat barang haram yang dicari polisi, yakni disimpan dalam ember merah yang ditanam di tanah. “Kita menemukan sembilan bungkus ganja seberat sembilan kilogram yang ditanam di bawah pondoknya. Selanjutnya tersangka bersama barang bukti dibawa ke Polres Tapteng.”

Dijelaskan, sementara dua laki-laki dalam kasus ini sudah masuk DPO. “Yakni suami KS berinisial SP alias Jait (48) serta DS (42) warga Desa Purba Tua, Kelurahan Aek Garut, Kecamatan Pandan, Tapteng. Keduanya masih dalam pengejaran,” ujar Sukamat.

Dalam kasus ini, menurutnya, ibu empat anak ini dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 111 ayat (2) UU RI No 35 thn 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman penjara seumur hidup, atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut membantu dan mendukung penangkapan tersangka. “Tidak sampai di sini saja langkah kita menghambat peredaran narkoba. Nantinya kita akan terus melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap DPO SP beserta rekannya DS. Narkoba musuh kita bersama, mari kita berantas.” (tam)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close