Berita

STMIK Royal Kisaran Peringkat 2 Sekolah Tinggi Terbaik di Sumut

FaseBerita.ID – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Royal Kisaran menempati urutan kedua tingkat sekolah tinggi terbaik se-Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara (LLDIKTI Sumut). Hal itu berdasarkan klasterisasi yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dikutip dari laman www.klasterisasi-pt.kemendikbud.go.id, kampus yang berlokasi di Kabupaten Asahan tersebut menempati posisi kedua atau dengan peringkat 471 secara nasional dan skor 1.142. Sementara di urutan teratas ditempati STMIK Mikroskill Medan yang mendapat rangking nasional di angka 389 dan 1.142 poin skor.

Ketua STMIK Royal Kisaran melalui bagian humas Ari Dermawan SH MH  mengatakan, pencapaian itu merupakan sebuah lecutan semangat bagi jajarannya di lingkungan akademik kampus dan sebagai bentuk penerjemahan kepercayaan masyarakat saat ini yang dikatakan sangat baik untuk keberadaan STMIK Royal Kisaran.

“Tentunya berkat usaha dan kerja keras seluruh pihak, termasuk yayasan menjadikan kampus kita urutan kedua terbaik kategori sekolah tinggi di Sumatera Utara. Ini merupakan satu hal yang membanggakan,” ucap Ari, Selasa (25/6).

Ia mengatakan, rilis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut merupakan sebuah indikasi yang diambil dari Kementerian untuk beberapa hal, seperti input dari perguruan tinggi, kemudian proses, seperti tata kelola akademik, dan output atau hasil dan yang terakhir adalah outcome.

Indikator input, jelasnya meliputi persentase dosen berpendidikan doktor (S3); persentase dosen dengan jabatan lektor kepala dan guru besar; rasio jumlah mahasiswa terhadap dosen; jumlah mahasiswa asing; dan jumlah dosen yang bekerja sebagai praktisi di industri.

“Sementara indikator proses terdiri atas, akreditasi institusi Badan Akreditasi Nasional-Pendidikan Tinggi (BAN-PT); akreditasi program studi BAN-PT; pembelajaran daring; kerja sama perguruan tinggi; kelengkapan laporan PD Dikti; jumlah program studi yang bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau QS Top 100 World Class University (WCU) by subject,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, indikator input lainnya yakni, program studi yang melaksanakan program merdeka belajar; dan mahasiswa yang mengikuti program merdeka belajar.

Sedangkan indikator output tambahnya, meliputi, jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen; kinerja penelitian; kinerja kemahasiswaan; dan jumlah program studi yang terakreditasi/bersertifikasi internasional.

“Kami berharap dengan raihan ini tidak menjadikan kami berpuas diri dan terus berpacu menjadi perguruan tinggi yang unggul dan semakin terdepan,” ujarnya mengakhiri. (per)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button