Berita

Statistik Covid-19 di Asahan: 114 Orang ODP, 8 Orang Bebas

FaseBerita.ID – Pemerintah Kabupaten Asahan terus melakukan upaya preventif dan pemantauan data terkait wabah virus corona (covid-19). Hingga Rabu kemarin, jumlah warga yang masuk dalam orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 144 orang.

Sementara itu, 8 orang lainnya dinyatakan bebas pemantauan karena tidak terbukti secara rekam medis.

Laporan tersebut diterima wartawan dari data di Dinas Kominfo Asahan. Data orang yang masuk ODP terus mengalami peningkatan secara signifikan. Jika dibandingkan pada hari Senin kemarin jumlah ODP tersebut 102 orang atau naik menjadi 42 orang dalam dua hari terakhir.

“Sebaran ODP ini berada di 14 kecamatan dari 25 Kecamatan di Asahan.  Laporan daerah berdasarkan kecamatan yang paling banyak berda di Silau Laut yakni sebanyak 37 orang menyusul Pulau Bandring 32 orang,” bunyi laporan tersebut yang diterima wartawan, pada Kamis (26/3).

Sebelumnya, Bupati Asahan Surya, mengimbau kepada masyarakat supaya tetap tenang dan tak perlu panik. Kendati demikian, pola hidup sehat harus tetap dilakukan. Di samping itu, masyarakat juga diharapkan membatasi aktivitas di luar rumah dan menjauhi keramaian.

“Jika mengalami demam dan gejala sesak napas, segera periksakan diri ke Puskesmas atau rumahsakit terdekat,” kata Surya, usai rapat koordinasi penanggulangan Covid-19 melalui sambungan video teleconference dengan Gubernur Sumatera Utara  di Kisaran, Selasa (25/3) kemarin.

Begitupun, disampaikannya kondisi kabupaten Asahan secara umum sampai saat ini masih terkendali stabil dan nihil terjangkit Covid-19, masih dalam keadaan aman dan kondusif. Walaupun Kabupaten Asahan masih dalam keadaan stabil, tetapi upaya pemantauan terus dilakukan dan kegiatan pencegahan terus dilakukan Pemerintah  bersama dengan TNI, POLRI, MUI, FKUB, IMTAQ serta Masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Asahan  sudah melakukan beberapa usaha preventif dalam menghadapi bencana nasional Covid-19, di antaranya melaksanakan penyemprotan disinfektan di setiap kantor pelayanan umum dan pemerintah serta rumah ibadah serta sekolah-sekolah.

“Selain itu, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan pihak rumah sakit dan puskesmas melakukan pendataan secara riil tentang warga yang baru datang dari luar negeri atau dari daerah yang terjangkit Covid-19,” tambah Surya.

Pemkab Asahan Juga melakukan pemantauan  secara ketat melalui Dinas Kesehatan dan petugas gugus tugas percepatan penanganan Covid 19, dengan surat edaran, baliho, spanduk maupun imbauan secara door to door dan pengumuman secara berkala melalui radio.

Masyarakat juga diminta selalu menjaga kebersihan mewujudkan kesehatan yang baik agar terhindar dari Covid 19. (Per)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button