Berita

Spanduk Kritikan atas Kebijakan Walikota Siantar Bermunculan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Spanduk kritikan terhadap kebijakan Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah terus berdatangan.

Petugas Satpol PP terus berjaga di setiap inti kota. Bahkan, petugas berjibaku memantau untuk menurunkan spanduk dalam hitungan jam.

Spanduk kritikan tajam datang dari pegawai Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS).

Spanduk yang menyatakan bobroknya perusahaan milik pemerintah daerah ini berdiri di Jalan Kartini, Kamis 23 Januari 2020 sekitar pukul 22.30 WIB. Hanya hitungan jam, petugas Satpol PP langsung datang menurunkan spanduk.

Spanduk ini bertuliskan “Lapor Pak Walikota!! Kami Bosan Dengan Sikapmu Karena Tidak Memperdulikan Kami Yang Sudah 4 Tahun Tidak Digaji dan Ditelantarkan Oleh Perusahaan Milikmu!! Save PegawaiPD-PAUS. Spanduk ini juga menampilkan gambar tengkorak kepala. Spanduk dengan warna putih ini dipasang oleh sejumlah pria.”

Pria yang mengaku bermarga Naibaho yang pernah diwawancarai wartawan mengatakan atas inisiatif pegawai PD-PAUS, mereka membuat spanduk tersebut dalam bentuk protes kepada pemerintah.

“Ini kami yang buat sendiri. Tidak ada koordinator. Semua kami sendiri yang buat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan akan memasang tiga spanduk lagi di inti Kota Pematangsiantar. Mereka juga memasang spanduk untuk meminta kepada anggota DPRD untuk memasukkan poin penggajian pegawai dalam Hak Angket yang tengah bergulir.

Seperti diketahui, spanduk kritikan terhadap Walikota Hefriansyah pernah datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pergerakan mahasiswa itu menuntut anggota DPRD untuk serius dalam Hak Angket (penyelidikan) kebijakan Walikota Hefriansyah yang telah meresahkan masyarakat.

Selain itu, sebanyak 26 anggota DPRD Siantar telah menggelar rapat paripurna untuk menggelar Hak Angket.

Anggota DPRD mencantumkan delapan poin pelanggaran yang dilakukan Hefriansyah. Anggota DPRD juga segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket. (Mag 04)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close