Berita

Sosialisasi Penyuluhan Kearsipan: “Arsip untuk Warisan ke Generasi Mendatang”

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kepala Bidang Kearsipan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar Bernadetta Sidabutar didampingi Sari Rizky Damanik dalam acara penutupan Penyuluhan Kearsipan tahun 2019 di ruang Serbaguna kantor Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan (Bappeda), kemarin, mengatakan kearsipan sangat penting karena Arsip adalah rekaman peristiwa dalam berbagai bentuk dan media, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi masyarakat dan perorangan, dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Hal kearsipan tertuang sesuai dengan amanat BAB I Pasal I ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

“Peserta sosialisasi penyuluhan kearsipan ini diharapkan lebih serius lagi menyimpan arsipnya, mengadakan kordinasi sesama instansi. Kami di bagian arsip kota Pematangsiantar siap bekerjasama bagaimana arsip-arsip yang ada di di lingkungan instansi pemerintah kota Siantar semakin tersimpan rapi, karena arsip ini sangat penting dan bersejarah,” kata Bernadetta Sidabutar, Selasa (15/10/2019).

“Arsip harus kita lestarikan, karena arsip-arsip yang kita simpan akan kita wariskan kepada generasi mendatang,”jelas Bernadetta.

Sedikitnya 130 peserta yang mengikuti sosialisasi Penyuluhan Kearsipan dari pegawai di lingkungan instansi pemerintah/swasta sekota Pematangsiantar, para Kasubbag Umum dan Kepegawaian dari masing-masing OPD, serta pengelola kearsipan dari setiap bagian dan kelurahan, bahkan ada 4 peserta dari kabupaten Simalungun.

Suasana selama dua hari yang diselengarakan pada 14-15 Oktober 2019 dibuka oleh Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah, bersama Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pematangsiantar Dra Neslianita Sinaga.

Narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Majuni Susi S Sos selaku Kasubdit Kearsipan Daerah II A Arsip Nasional RI dengan paparan Jadwal Retensi Arsip (JRA) dan Sutiasni SAP M.Hum dengan paparan teknis penyusunan JRA.

Sebelumnya Walikota Pematangsiantar Hefriansyah menyampaikan, arsip masih dianggap sebagai sesuatu yang kurang penting, kurang diminati, dan bahkan banyak yang tidak peduli. Padahal arsip merupakan simpul pemersatu bangsa, roh sebuah organisasi, dan bukti autentik dari sebuah rekaman kegiatan yang tidak terbantahkan.

Pemerintah Kota Pematangsiantar telah mempunyai komitmen yang kuat dalam upaya penyelenggaraan urusan kearsipan. Mulai dari telah dilaksanakannya sosialisasi kearsipan, bimbingan teknis kearsipan, hingga penerbitan Peraturan Walikota Pematangsiantar Nomor 37 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan Pemerintah Kota pematangsiantar.

“Diimbau dan ditegaskan agar mengelola arsip dengan baik, tertib, dan benar, dengan cara membentuk central file (arsip aktif) dan record centre (arsip in aktif),” terangnya. (rel/esa)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close