Berita

Soal Sistem Pelayaran Kapal Syahbandar Dinilai Tak Serius

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Balai Asahan diminta melakukan pengawasan secara serius kepada kapal-kapal yang melakukan pelayaran di setiap tangkahan di Kota Tanjungbalai termasuk Kapal Panipahan emas yang melakukan pelayaran Tanjung Balai ke Panipahan.

Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Barisan Rakyat anti penindasan (Brantas) Tanjung Balai-Asahan Marthin Lase di Kantor Kesyahbandaran, Kamis (31/10/2019). Menurut Marthin, berdasarkan hasil investigasi di lapangan terkait kegiatan pelayaran kapal yang rutenya dari Tanjungbalai Panipahan, Panipahan ke Tanjung Balai, diduga ada kegiatan pelayaran tersebut tidak berdasarkan regulasi peraturan perundang-undangan nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

Yang di mana dalam undang-undang nomor 17 tahun 2008 ini keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan hal yang utama dengan dengan syarat-syarat kelengkapan dokumen (surat persetujuan berlayar, bukti pembayaran jasa pelabuhan, bukti pembayaran jasa kenavigasian, bukti pembayaran uang perkapalan, persetujuan bea dan cukai persetujuan imigrasi dan karantina).

Brantas Tanjungbalai-Asahan menyampaikan laporan kepada pihak kantor kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Balai Asahan dan juga kepada DPRD kota Tanjungbalai untuk menindaklanjuti serta melakukan proses hukum atas dugaan kegiatan pelayaran kapal panipahan emas yang tidak sesuai prosedur berdasarkan undang-undang nomor 17 tahun 2008.

“Dan tidak menutup kemungkinan kita menduga adanya kegiatan-kegiatan yang bertentangan hukum (penyeludupan barang-barang ilegal) karena kurangnya pengawasan dari kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan serta instansi instansi yang berkepentingan,” jelasnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan Tanjungbalai Afrizal Tanjung mengatakan pihaknya sudah mengawasi dan anggotanya ada disana serta bukti-buktinya.

“Sebelum keberangkatan kapal itu juga harus melapor sama saya dulu instansinya layak tidak untuk diberangkatkan. Inikan hanya mis komunikasi saja. Kedepannya pun kita akan tingkatkan lagi pengawasannya dan kenyamanan penumpang,” pungkasnya. (ck4/rah)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close