Berita

Siswi SMA Digilir 4 Pria: HP dan Cincin Emas Dibawa Kabur

FaseBerita.ID – Remaja berusia 15 tahun menjadi korban kebiadaban empat pria di Kabupaten Asahan. Siswi SMA ini diperkosa secara bergantian oleh pelaku. Sadisnya, usai melampiaskan aksi bejatnya, pelaku membawa kabur cincin emas dan handphone korban.

Berawal pada hari Senin (11/3) sekitar pukul 18.00 WIB, korban bersama dengan dua orang temannya datang ke Simpang Janda, Dusun IV, Desa Pasar Lembu, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.

Kemudian korban melihat keempat tersangka sudah ada di lokasi kejadian. Setelah itu korban pindah ke tempat lain yakni ke Simpang Gadis yang tempatnya tidak terlalu jauh dari Simpang Janda.

Keempat pelaku diduga nafsu melihat korban. Tersangka berinisial R mengajak ketiga kawannya berinisial ES, A dan RT untuk memperkosa korban. Keempat korban sepakat dan mendatangi korban.

Setibanya di Simpang Gadis, pelaku R langsung mengusir kedua teman korban dengan mengatakan “Pergi kalian, ini daerah kekuasaanku,”. Oleh kedua teman korban langsung pergi karena takut terhadap pelaku.

Disaat kedua teman korban pergi, tangan korban ditarik oleh tersangka ES agar korban tidak ikut pergi. Selanjutnya tersangka R menggendong korban dan menaikan korban ke atas sepedamotor yang dikendarai tersangka RT.

Kemudian, keempat tersangka membawa korban ke Simpang Janda yang disebut sebagai Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah sampai TKP, dengan paksa, para tersangka mulai menjalankan aksinya dengan menggilir korban secara bergantian.

Benar-benar sadis. Usai diperkosa, para tersangka kemudian mengambil handphone dan cincin emas milik korban. Sementara dengan kondisi tak berdaya, korban diantar oleh tersangka ES dan RT ke rumah teman korban.

“Para tersangka sudah kita amankan,” kata Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Asahan, Rabu (20/3).
Faisal menjelaskan, penangkapan para pelaku berawal dari laporan ayah korban pada hari Rabu (13/3) lalu.

Kemudian Personel Satreskrim langsung melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut. Setelah personel menemukan dua alat bukti, Penyidik Satreskrim Polres Asahan menetapkan laki-laki berinisial A, RT dan ES sebagai tersangka.

Lebih jauh mantan Kasubid III Jatanras Polda Sumut itu mengatakan, pada hari Jumat (15/3), penyidik mendapatkan informasi bahwa tersangka ES bersama tersangka A sedang berada di rumah orangtuanya di Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.

Mendapat informasi itu, personel Satreskrim Polres Asahan langsung melakukan penangkapan terhadap ES dan A. Selanjutnya penyidik melakukan pengembangan dan menangkap tersangka RT.

Akan tetapi pelaku R masih belum tertangkap dan masih menjadi buronan dan sudah masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Asahan. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap ES, A dan RT, ketiganya mengakui perbuatan kejinya.

“Kini ketiga pelaku disangkakan melanggar Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76d dari UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan Pasal 365 ayat (1) subsider Pasal 363 ayat (1) ke-4e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” bebernya. (bay/des)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button