Berita

Siswa SMP Cinta Rakyat 3 Siantar kembali Ukir Prestasi

SIANTAR, FaseBerita.ID – SMP Cinta Rakyat 3 Jalan Kain Batik Kota Pematangsiantar kembali meraih beberapa prestasi dalam semester ganjil tahun 2019. Prestasi yang terbaru yakni juara pada olahraga renang dalam rangka Pekan Olahraga Pelajar Kota Pematangsiantar dan juara terompah putra/putri di kejuaraan Haornas.

Elisabeth Gultom selaku Kepala Sekolah SMP Cinta Rakyat 3 memberi apresiasi kepada anak didik, guru-guru serta para pelatih.

“Febru Sinurat juara 2 renang gaya bebas, Dani Manurung juara Harapan 1 renang gaya bebas. Kemudian dalam Hari Olahraga Nasional Kota Pematangsiantar (Haornas) ke XXXVI. Juara 1 Tarompah putra yaitu Alfonsius Ambarita, Modesto Purba, Riyandi Purba. Untuk juara 2 putra yaitu Marcel Silaban, Yehezkiel Sinaga dan Rafli Gultom. Sedangkan untuk terompah putri kami mendapatkan juara 1 yaitu Octari Manurung, Ester Hutagaol dan Rakutni Damanik,” ujarnya.

Elisabeth juga menambahkan untuk meningkatkan minat belajar dan mempermudah siswa SMP Cinta Rakyat 3 juga bergabung dengan Amplikasi Ruang Guru.

“Tujuan kita dengan ruang guru untuk meningkatkan kualitas guru, maka mutu pendidikan juga akan lebih baik,” ujarnaya.

Elisabeth juga menambahkan, untuk meningkatkan minat belajar, membentuk karakter dan meningkatkan minat baca siswa, SMP Cinta Rakyat 3 hingga saat ini semakin berbenah diri dalam membangun perpustakaan, mengundang turis mancanegara serta guru-guru di buat pelatihan.

“Kita guru juga mendapatkan pelatihan dengan aplikasi pembelajaran aktif, langsung dari dinas pendidikan kota Pematangsiantar. Dan saya juga selalu membangun kerjasama yang baik dengan para guru-guru, memberikan aspirasi kepada mereka serta mengajak para guru menganggap siswa itu seperti anak kita sendiri,” tegas Elisabeth sembari bercerita.

Untuk membangun literasi membaca siswa SMP Cinta Rakyat 3 juga melakukan pengembangan perpustakaan.

“Selama ini perpustakaan kita memang ada tetapi saat ini kita semakin berbenah,” ujar Elisabeth.

“Yang di maksud disini erakan Literasi bukan sekadar gerakan membaca, tetapi membaca untuk memahami serta mengkritisi dan memberikan pendapat lain dari apa yang telah dibaca,” tambahnya.

Salah seorang guru agama sekolah itu menambahkan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), semakin membentuk karakter religius siswa.

“Mengharapkan setiap siswa bisa menggali motivasi ekologis dalam kitab suci. Dalam pelaksanaannya, pendalaman kitab suci diisi dengan katekese dan sharing kitab suci dalam kelompok basis, yang diikuti tindakan nyata,” ujarnya.

“Tujuan kita membentuk karakter siswa yang relegius yang takut akan Tuhan. Dan berkesinambungan langsung dengan kurikulum 2013 tentang membangun karakter siswa yang relegius,” ujarnya. (fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button