Berita

Siswa SMAN 1 Siantar Tenggelam di Danau Toba: Orang Tua Berdatangan ke Sekolah

FaseBerita.ID – Sejumlah orangtua yang anaknya ikut berkemah langsung berdatangan ke sekolah. Apalagi mereka yang sudah mengetahui informasi selah seorang siswa meninggal tenggelam di Danau Toba, membuat para orang tua menjadi gelisah.

Mereka sudah ada yang datang duluan menunggu kedatangan rombongan perkemahan itu pulang ke sekolah.

Salah seorang orang tua tampak gelisah saat datang ke sekolah. Ia mengaku sudah mendengar salah seorang siswa tenggelam di Danau Toba.

“Begitu dengar info ini saya langsung jantungan, dan langsung datang untuk menjemput anak saya kemari (sekolah),” ujar salah seorang orang tua siswa.

Sementara itu, kedatangan jenazah korban di rumah duka, tepatnya di Jalan Mangga, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, disambut jeritan tangis dari keluarga korban.

Putri Margaretha Sinambela (16) siswa kelas sebelas IPA 6 dari SMA Negeri 1 Kota Siantar ini tinggal bersama ibunya Netty boru Sidabutar (49). Sejumlah teman-teman korban dari sekolah juga berdatangan ke rumah duka.

Reni Hutabarat (16) salah seorang teman korban saat diwawancarai mengatakan bahwa korban diduga terpeleset di batu sehingga tenggelam. “Kami sama-sama pergi ke Parapat. Untuk berangkat ke sana, dari sekolah kami dikutip Rp30.000,” tuturnya sambil menangis.

“Sewaktu kami di sana, kami dibagi per kelompok. Memang bukan aku yang ikut di dalam kelompoknya Putri, hanya saja kami tidurnya sama di dalam hotel. Lalu tiba-tiba aku kaget kawanku ternyata tenggelam di dalam danau,” terangnya lagi.

Reni menambahkan kalau Putri ini semasa hidup orangnya baik, suka berbaur. Bahkan dia punya hobby sebagai pecinta alam. “Kalau si Putri Anak satu-satunya dia bang,” tambahnya.

15 Siswa Sempat Tenggelam

Informasi diperoleh, Sabtu sekira Pukul 13. 30 WIB, para siswa melakukan kegiatan organisasi masing-masing.

Sekira pukul 14.30 WIB, para siswa merapat ke pantai dan melakukan kegiatan di air. Kelompok Putri Margaret Sinambela juga merapat ke pinggiran pantai. Namun tiba-tiba 15 anggota kelompok tenggelam karena berada di danau yang dalam. Empat diantaranya bisa berenang, namun sebagian tenggelam dan lemas, sebelum berhasil ditolong.

Setelah 15 menit kemudian, Sekretaris organisasi Shella Panggabean bersama dengan guru pendamping Timbul Pasaribu dan Jimmi Sitinjak melakukan pengecekan. Namun Putri Margaret Sinambela tidak ada.

Kemudian dilanjutkan upaya pencarian di lokasi kejadian serta seluruh tenda kemah, namun tetap tidak ditemukan. Setelah dilakukan pengecekan, ada siswa dari organisasi lain, bukan kelompok Putri, melihat korban pergi ke tenda sekira pukul 16 00 WIB.

Sementara pemilik lokasi perkemahan dan Hotel Jordan Romasi Purnawati Purba, mengatakan Putri permisi pulang menuju Ajibata. Selanjutnya dilakukan pengejaran pencarian oleh guru dan bertanya kepada setiap loket angkutan, namun tidak ditemukan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara wilayah Siantar Darwin Purba yang tiba di rumah duka enggan memberikan penjelasan kepada media. “Nantilah dulu ya. Kita tunggulan kepala sekolah yang berbicara. Karena saya tidak tau bagaimana persis ceritanya,” ujarnya singkat.

Sementara Kepala SMA N 1 Siantar B Sihombing, juga belum memberikan keterangan terkait salah satu siswinya tenggelam di Danau Toba. (mag03/04)

iklan usi



Back to top button