Berita

Siswa Diperbolehkan Sekolah Tanpa Seragam di Wilayah Terdampak Bencana Banjir

TAPTENG, FaseBerita.ID – Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Selasa (28/1) lalu mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Tak hanya itu, tidak sedikit pelajar yang kehilangan peralatan sekolah dan pakaian seragam.

Untuk meringankan beban dan menjamin hak para pelajar korban banjir bandang itu tetap mengecap pendidikan, Dinas Pendidikan Tapteng memperbolehkan, khususnya para korban bencana alam di Tapteng bersekolah walau tanpa mengenakan seragam.

“Kita memperbolehkan siswa yang tidak memiliki baju seragam untuk tetap bersekolah,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Samrul Bahri Hutabarat melalui Sekretaris Dinas Pendikan Tapteng Jhonson Sihombing kepada wartawan, Selasa (4/2).

Jhonson mengaku, pasca banjir bandang yang terjadi itu sempat membuat aktifitas belajar mengajar di sejumlah sekolah lumpuh. Karena pihak sekolah terpaksa meliburkan para siswa. “Memang sempat diliburkan, tapi Senin (3/1) kemarin sudah aktif belajar,” ucapnya.

Dia menyebutkan, pihaknya juga telah berkordinasi dengan Kadis Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terkait berbagai bantuan pasca banjir bandang yang melanda saat itu.
“Kita sudah koordinasi sama Kadis Pendidikan Provinsi Sumut terkait bantuan yang akan diserahkan. Pendataan pun sudah kita lakukan di sekolah yang terdampak banjir,” ujarnya.

Jhonson menuturkan, ada 20 sekolah tercatat yang terdampak banjir bandang saat itu. Sehingga, sejumlah mobiler dan perlengkapan di sekolah-sekolah itu mengalami kerusakan.
“SMP ada sebanyak 5 sekolah, SD sebanyak 13 sekolah dan SLTA ada sebanyak 2 sekolah. Perlengkapan di sekolah itu banyak yang rusak, seperti buku cetak dan komputer,” tutupnya.

Bupati Sampaikan Imbauan

Sementara itu pasca banjir, berbagai kalangan, baik instansi, organisasi dan pribadi, banyak menyalurkan bantuan untuk meringankan beban yang dialami warga terdampak bencana alam, khususnya di Kecamatan Barus, Andam Dewi, dan Pasaribu Tobing.

 

Atas bantuan-bantuan yang diberikan, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menyampaikan terima kasihnya atas respon positif berbagai kalangan yang mengulurkan tangan membantu warga korban bencana alam, khususnya di Kecamatan Barus, Andam Dewi, dan Pasaribu Tobing.
“Saya Bakhtiar Ahmad Sibarani, Bupati Tapanuli Tengah atas nama pribadi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga atas bantuan Saudara-saudara kita, Ibu, Bapak masyarakat Sibolga-Tapanuli Tengah yang ada di Jakarta, di Medan, dan di Sibolga maupun di daerah lainnya.

Kami ucapkan terima kasih atas bantuan Saudara-saudara, Ibu, Bapak yang telah disalurkan dan telah diberikan kepada keluarga kita masyarakat Tapanuli Tengah, khususnya masyarakat Kecamatan Barus, Andam Dewi, dan Pasaribu Tobing, yang beberapa saat yang lalu, oleh Allah dicoba dengan ujian banjir. Bantuan Saudara-saudara sangat bermanfaat bagi keluarga kita yang terdampak banjir, yang pada hari ini sangat membutuhkan uluran tangan kita. Kepada Allah kami berdoa, semoga apa yang Saudara-saudara, Ibu, Bapak berikan menjadi pahala bagi Saudara-saudara dan kami doakan agar diganti Allah berlipat ganda,” ucap Bakhtiar, Senin (3/2) malam.
Bakhtiar juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, Anggota DPR RI Delmeria Sikumbang, BNPB, dan Wali Kota Sibolga M Syarfi Hutauruk, Unsur Forkopimda Tapteng dan Sibolga, dan berbagai pihak atas bantuan yang diberikan pasca terjadinya bencana alam banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Tapteng.

“Akhirnya, terkhusus kami sampaikan ucapan terima kasih kami kepada GABEMA Sibolga-Tapanuli Tengah yang ada di Jakarta, Persatuan Masyarakat Barus yang ada di Jakarta, HIMMAH Tapteng yang ada di Medan, dan Saudara-saudara kita HIKKBAR yang ada di Kota Sibolga yang sudah memberi perhatian untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena dampak banjir beberapa saat yang lalu. Kami yakin, setelah gelap akan ada terang. Harapan itu pasti ada dan pasti ada,” katanya.

“Kita akan membangun kampung halaman kita secara bersama. Yakin dan sangat percaya, ketika kita bersama, kampung kita akan terbangun dan harapan masyarakat kita makin semangat untuk meyakinkan diri untuk membangun Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan cara bersama-sama. Dan kami berdoa, dan berharapkan doa kita semua agar bersama-sama mendoakan keluarga kita yang terdampak banjir cepat bangkit untuk kembali beraktifitas sebagaimana biasanya. Kepada Allah kami memohon ampun,” sebut Bakhtiar.

Selain itu, Bakhtiar juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan.
“Dengan ini saya imbau agar masyarakat berhati-hati saat ada yang meminta sumbangan atas bencana alam banjir dan longsor mengatasnamakan diri saya. Tidak benar saya menyuruh atau memerintahkan siapapun melakukan untuk meminta dana bantuan kepada masyarakat Tapanuli Tengah. Saya mengimbau warga Tapanuli Tengah dan pihak manapun untuk waspada dengan aksi penipuan bermodus mengatasnamakan diri saya, Bupati Tapanuli Tengah meminta bantuan untuk Korban banjir,” kata Bakhtiar.

“Sekali lagi saya katakan, tidak benar dan saya yakinkan saya tidak pernah memerintahkan siapapun untuk meminta bantuan dengan mendatangi warga masyarakat Tapanuli Tengah. Kalau ada hal seperti itu, silahkan langsung konfirmasi kepada saya sendiri ataupun pihak yang berkompeten dalam hal ini yaitu pihak kepolisian,” imbaunya.(dh/fi)

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close