Berita

Siswa Dan Guru Dijatah Pulsa Gratis Selama 4 Bulan

JAKARTA, FaseBerita.ID-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan bahwa para siswa dan mahasiswa akan mendapatkan bantuan pulsa untuk menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Bantuan ini akan bergulir hingga 4 bulan ke depan.

Siswa akan mendapat bantuan 35 GB per bulan, kemudian untuk guru sebanyak 45 GB per bulan. Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan.

“Selama ini dalam beberapa minggu terakhir melakukan perjuangan internal di dalam pemerintah dan alhamdulillah kami telah mendapat dengan dukungan beberapa kementerian untuk anggaran pulsa para peserta didik kita di masa PJJ ini, saya dengan senang hati mengumumkan hari ini,” ungkap Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR secara daring, Kamis (27/8).

Untuk anggaran pulsa, biaya yang akan dikeluarkan sebesar Rp7,2 triliun. Adapun, untuk pemberian pulsa gratis tersebut akan diserahkan kepada pihak sekolah dengan waktu hingga 4 bulan ke depan.

Selain itu, guru dan dosen pun juga akan mendapatkan tambahan penerima tunjangan profesi. Alokasi anggaran yang disediakan sebesar Rp1,7 triliun.

“Kami sudah mendapat persetujuan untuk anggaran sebesar sekitar Rp9 triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen selama 3 sampai 4 bulan ke depan ini. Di luar itu kami juga sudah mengamankan tambahan penerima tunjangan profesi guru dan tenaga pendidikan, tunjangan profesi dosen dan guru besar sebesar Rp1,7 triliun. Jadi total sekitar Rp9 triliun. Untuk subsidi kuota guru, realokasi dari Program Operasi Penggerak (POP),” ungkapnya.

Nadiem mengaku senang bisa memberikan kemudahan kepada para peserta didik melalui pulsa gratis ini. Namun, dia akan lebih meningkatkan lagi kinerja agar pembelajaran dapat berjalan secara optimal selama pandemi.

“Alhamdulillah perjuangan kita sudah ada hasil nyata tahun ini, tapi saya tidak akan berhenti di sini, saya akan berjuang lebih lagi, tapi sampai sekarang janji saya bahwa pulsa untuk siswa dan mahasiswa alhamdulillah tercapai,” jelas dia.

Nadiem pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah merealisasikan subsidi pulsa ini, khusunya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang telah menyisihkan dana cadangan sebesar Rp10 triliun dari APBN 2020.

“Ini berkat kerja keras tim Kemendikbud dan juga kerja keras kementerian lainnya yang berkoordinasi untuk mendapatkan ini, apresiasi untuk bu menkeu dan tim eselon 1 Kemenkeu yg telah bekejra keras untuk mengamankan anggaran ini dari dana cadangan kita,” ujarnya.

Anggaran POP Dialokasikan

Anggaran Program Organisasi Penggerak (POP) tahun 2020 akan direalokasikan untuk subsidi pulsa para guru dan dosen. Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri juga telah menunda POP hingga 2021.

“Jadi anggaran program POP tahun ini kita dedikasikan untuk guru. Kami umumkan bahwa dana yang digunakan tahun ini akan direalokasi untuk membantu guru dalam bentuk pulsa di masa pembelajaran jarak hauh (PJJ),” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR secara daring, Kamis (27/8).

Sebagaimana diketahui, anggaran POP untuk tahun ini sebesar Rp 595 miliar. Demikian, alokasi ini diharapkan dapat membantu para guru yang ekonominya terdampak.

“Jadi kami akan merealokasi untuk kebutuhan pulsa dan kebutuhan ekonomi guru yaitu pulsa yang juga dampak ekonominya besar bagi guru,” kata dia.

Adapun, untuk penundaan POP ini merupakan bentuk evaluasi dalam menyempurnakannya. Terdapat tiga hal yang membuat POP ditunda, termasuk untuk kembali menggandeng organisasi masyarakat yang sebelumnya keluar dari program tersebut.

“Kedua, untuk memastikan preparasi di masa Covid ini program itu bisa terjaga dengan baik, memberikan ormas tersebut waktu untuk merencanakan program pelatihan, transformasi sekolahnya di masa covid ini dengan lebih detail,” imbuh Nadiem.

Lalu yang ketiga adalah untuk memastikan dan memberikan jawaban atas kecemasan masyarakat terkait banyaknya ormas lolos yang dianggap tidak kompeten menjalankan POP.

“Misalnya kita harus mengecek dan mereverifikasi apa rekam jejak ormas-ormas masing-masing sekecil apapun kalau dia lulus seleksi harus kita cek dan ricek dan ricek,” tegas dia.

Adapun, anggaran POP ini juga termasuk di dalam subsidi pulsa dan kuota gratis untuk siswa, mahasiswa, guru dan dosen yang memiliki anggaran sebesar Rp 8,9 triliun.(dc/jp/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button