Berita

Siswa Alwasliyah Simpang Sianam Tolak Coret Seragam Sekolah

FaseBerita.ID – Sekolah Alwasliyah yang berada di Simpang Sianam, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara, berdiri sejak tahun 1986 dan hingga kini masih aktif dan semakin banyak siswa/siswi yang menuntut ilmu di sana. Pelajaran yang diterapkan oleh para tenaga pendidik di Alwasliyah ini mayoritas berisi tentang agama Islam.

Tidak hanya SMA yang ada di sekolah Alwasliyah Simpang Sianam, melainkan juga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para siswa/siswi diwajibkan memakai pakaian seragam yang dianjurkan dengan sopan, dan tidak diizinkan memakai make up. Pakaian panjang dan jilbab membaluti kepala siswi, dan siswanya memakai  kopiah dan pakaian panjang. Tidak disahkan memakai pakaian yang pendek. Sekolah Alwasliyah juga mengadakan kegiatan pramuka dan drum band, serta mengaktifkan organisasi-organisasi.

Hasan Basri (60) guri yang mengajar di Alwasliyah ini mengatakan, sangat diterapkan sekali kedisiplinan, kesopanan, dan paling penting adalah keagamaan dalam taat kepada Allah.

“Saat ini, sekolah Alwasliyah sudah selesai menyelesaikan Ujian Nasional (UN), dan kami selaku pengajar yang bertahun-tahun mengajar siswa siswi, kami sangat melarang adanya coret menyoret pakaian dengan pewarna,” tuturnya.

Amatan kru koran ini di sekolah Alwasliyah Simpang Sianam, siswa/siswi Alwasliyah yang baru selesai mengikuti UN tidak ada yang mencoret-coret pakaian sekolahnya.

“Kami selaku siswa/siswi yang pernah belajar di Alwasliyah Simpang Sianam sangat menghargai pendidikan dari para guru-guru. Bahkan, masalah yang dianggap sepele seperti ini, kami tidak akan melakukannya. Karena di dalam agama Islam tidak boleh mubazir. Bisa saja pakaian sekolah ini dikasihkan kepada adik-adik kami,” ujar Habib (18), siswa Alwasliyah Simpang Sianam. (ck-05/ahu)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button