Berita

Siantar-Tanah Jawa Terputus

Hujan Deras, Jembatan di Marubun Jaya Rubuh

FaseBerita.ID, SIMALUNGUN – Jembatan penghubung Kota Pematangsiantar-Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, tepatnya di Jalan Pondok Delapan Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, putus total, Kamis (17/10) sekira pukul 13.00 WIB. Disinyalir putusnya jembatan yang bukan kali pertama ini, akibat hujan deras mengguyur sejak pagi hingga tengah hari.

Menurut warga bermarga Nasution, sekira pukul 13.00 WIB, awalnya tanah yang baru saja ditimbun perlahan-lahan berjatuhan. Tak lama, seluruh tanah timbunan longsor dan jembatan rubuh.

Untuk sementara, kendaraan roda empat dialihkan ke Jalan Simpang Baru menuju Batu Delapan. Sedangkan untuk kendaraan roda dua dibuat jalan alternatif.

Terpisah, Ayu warga Tanah Jawa mengeluhkan putusnya jembatan tersebut. “Ini sudah kedua kali putus. Kami bingung mau pulang. Nggak tau bagaimana anakku di rumah,” tukasnya. Ia berharap pemerintah bisa lebih cepat melakukan perbaikan jembatan. “Maunya jembatan gantung ajalah, biar bertahan lama,” harapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun Frits Ueki Prapanca Damanik via telepon selulernya, mengatakan pihaknya mandapat laporan ada dua kecamatan yang mengalami dampak parah akibat hujan deras dan banjir.

“Memang satu harian ini langit mendung dan baru saja hujan berhenti. Informasi yang kita terima dari masyarakat, ada dua titik banjir, yaitu di Nagori Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang dan di Kecamatan Tanah Jawa. Bahkan jembatan di Nagori Marubun Jaya terputus,” jelasnya.

Ueki Damanik menerangkan, jembatan tersebut merupakan penghubung Kecamatan Tanah Jawa dengan Kota Pematangsiantar.

“Kita lihat dulu kondisinya, bagaimana nanti penanganannya dan kira-kira berapa anggaran untuk memperbaikinya,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Simalungun, Bonauli Rajagukguk menerangkan, diperkirakan panjang jembatan sekitar 30 meter lebih.

“Sebenarnya itu jembatan darurat dan digunakan untuk sementara, menunggu jembatan yang satu lagi selesai diperbaiki yang terputus akibat banjir juga,” tandasnya.

Bonauli berharap pemerintah melalui dinas terkait agar jembatan tersebut segera diperbaiki supaya aktivitas masyarakat tetap berjalan, terutama para pelajar.

“Ya, kami berharap kepada dinas terkait supaya jembatan itu segera diperbaiki agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dan anak-anak sekolah dapat mengikuti pelajaran di sekolahnya. Kasihan mereka,” katanya. (mag-03/05)

 

 



Pascasarjana

Unefa
Back to top button