Berita

Siantar Butuh 90 CPNS untuk 3 Formasi: Guru dan Kepegawaian Paling Banyak

SIANTAR, FaseBerita.ID  – Pemko Siantar membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari berbagai jurusan program studi yang dibagi dalam sejumlah formasi penerimaan CPNS tahun 2019/2020.

Berikut ini formasi lengkap penerimaan CPNS Siantar dan jadwal lengkap pendaftaran melalui online, serta jadwal seleksi maupun pengumuman hasil seleksi.

Kabid Kepegawaian Siantar Farhan mengatakan, untuk formasi CPNS Siantar yakni keguruan 30 orang, kesehatan 27 orang dan bagian kepegawaian di Pemerintahan 33 orang. Jadi total kuota CPNS 2019 kota Pematangsiantar sebanyak 90 orang. Dari 90 orang tersebut, 2 distabilitas dan 1 cumlaude.

Sementara Formasi CPNS untuk guru yakni Ahli pertama guru Islam 1 orang, Ahli pertama guru agama 1 orang, Ahli pertama guru bimbingan konseling 1 orang, Ahli pertama guru kelas (PGSD) 23 orang, Ahli pertama guru seni dan budaya 3 orang, dan Ahli pertama guru TIK 1 orang.

Formasi Kesehatan yakni Ahli pertama Apoteker 6 orang, Ahli pertama Epidemiolog kesehatan 1 orang, Pelaksana pemula asisten Apoteker 1 orang, Pelaksana pemula perawat 14 orang, dan Pelaksana pemula perawat gigi 5 orang.

Sedangkan Formasi CPNS bagian Kepemerintahan yakni Ahli pertama analisis kepegawaian 2 orang, ahli pertama assessor SDM aparatur 3 orang, Ahli pertama auditor 3 orang, ahli pertama auditor kepegawaian 1 orang, ahli pertama keselamatan dan kesehatan kerja 1 orang, ahli pertama perencanaan 2 orang, ahli pranata computer 5 orang umum 1 orang cumlaude.

Kemduian Ahli pertama pustakawan 1 orang umum 1 orang distabilitas, analisis Amplikasi dan pengelolaan data sistem keuangan 1 orang, analisis bangunan dan perumahan 1 orang, analisis hasil pengawas dan pengaduan masyarakat 1 orang, analisis hasil laporan audit 1 orang, analisis hasil laporan keuangan 1 orang, analisis pengembangan potensi daerah  1 orang, analisis perencanaan evaluasi dan pelaporan 1 orang, penata laporan keuangan 1 orang, pengelola persidangan 1 orang, penyusun rencana pemanfaatan kawasan 1 orang, dan verifikator keuangan 2 orang dari umum 1 orang distabilitas.

“Alur pendaftaran dilakukan secara online. Pelamar harus membuat akun pada https://sscasn.bkn.go.id,” kata Farhan.

Seleksinya ada tiga tahap seleksi administrasi, seleksi kompetisi Dasar (SKD) dan seleksi kompetisi Bidang (SKB).

Untuk jadwal pelaksanaan yang pertama pendaftaran online tanggal 11-25 November 2019. Pengumuman hasil seleksi administrasi tanggal 16 Desember. Masa sanggah 17-19 Desember 2019. Pengumuman hasil sanggah 26 Desember 2019, dan seleksi Kompetensi Dasar (SKD) February 2020.

Sementara pengumuman peserta seleksi Kompetensi Bidang digelar Maret tahun 2020 mendatang. Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) digelar Maret 2020 dan pengumuman akhir seleksi CPNS digelar April 2020.

“Hasil seleksi administrasi diumumkan melalui www.pematangsiantarkota.go.id, https://sscasn.bkn.go.id, dan pengumuman di papan pengumuman Badan Kepegawaian Daerah Kota Pematangsiantar,” sebut Farhan sembari mengatakan informasi lebih jelas bisa dilihat melalui www.pematangsiantarkota.go.id.

Media Sosial CPNS Dipantau

Pemerintah akan memantau akun media sosial para calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mengantisipasi radikalisme. Pemantauan akan dilakukan selama masa seleksi CPNS 2019.

Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Dwi Wahyu Atmaji mengatakan pemantauan itu dilakukan guna mencegah orang yang terpapar paham radikalisme dan anti-Pancasila menjadi abdi negara.

“Ya medsosnya bisa dipantau. Ya pokoknya yang anti NKRI antipancasila, anti pemerintah, anti ya itulah,” kata Dwi saat ditemui di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Dwi berharap setiap instansi yang membuka lowongan pada seleksi tahun ini untuk melakukan hal tersebut. Ia juga meminta pihak kepolisian untuk memastikan jejak digital para pelamar saat mengajukan permohonan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Dwi berkata hal itu dilakukan karena ada kekhawatiran di kalangan pemerintah terhadap gerakan radikalisme di lingkungan ASN.

“Ya saya tidak bisa ungkapkan seluruhnya di sini, tapi memang sudah ada gerakan-gerakan di ASN yang perlu kami waspadai lebih,” ujarnya.

Dwi juga mengingatkan pemerintah serius menangani radikalisme di kalangan ASN. Menurutnya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN sudah mengatur sanksi berat terhadap ASN radikal.

“Kalau yang sudah nyata menentang Pancasila, sudah pasti itu sanksi berat, sudah harus dikeluarkan dari ASN karena ASN itu harus menjadi penegak Pancasila, pengawal Pancasila,” ucap dia.

Sebelumnya, Pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2019 telah dimulai pada 11 November 2019 sampai 24 November 2019. Ada 152 ribu formasi dari 68 kementerian yang dibuka pada seleksi kali ini.

Pendaftaran dilakukan secara online lewat situs resmi sscn.bkn.go.id. Pelamar akan mengikuti rangkaian tes mulai awal tahun 2020.

Para pelamar kemudian mengikuti computer assisted test (CAT) pada bulan Februari dan dilanjutkan seleksi kompetensi bidang (SKB) pada bulan Maret. (Mag-04/dc/des)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close