Berita

Setelah 17 Hari Hilang, Wanita Berusia 75 Tahun Ditemukan Tewas

FaseBerita.ID – Midol boru Pasaribu (Ompung Candra, red) dinyatakan hilang sejak Kamis (7/11/2019), saat melayat ke Parhambingan Dusun I, Desa Hudopa Nauli, Kecamatan Kolang. Ompung berusia 75 tahun ini pun ditemukan tidak bernyawa pada Minggu (24/11/2019) sore di Aek Nator (sungai kecil, red) di Desa Hudopa Nauli.

Kapala Desa Sipakpahi Aek Lobu, Roies Hutabarat mengatakan, informasi yang diterimanya dari warga menyebutkan bahwa Ompung Candra hilang saat melayat ke desa Hudopa Nauli yang lokasinya bertetangga dengan desanya.

Ompung Candra diketahui berangkat dari kediamannya di Dusun II, Desa Sipakpahi Aek Lobu, Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah, pada Kamis (7/11/2019) menuju Desa Hudopa Nauli dengan berjalan kaki menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer seorang diri.

“Sampai dia ke lokasi yang meninggal di Desa Hudopa Nauli, ada warga yang melihat dia pergi menuju pancuran permandian umum di desa itu. Kalau jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi kemalangan yang dikunjunginya. Itulah terakhir dia terlihat warga,” ujar Roies kepada koran ini, Senin (25/11/2019).

Roies menjelaskan, Ompung Candra diketahui tinggal di kediamannya seorang diri. Sehingga pada Senin (11/11/2019) anak dari Ompung Candra bernama Waldir Sihotang yang menetap dari Tapanuli Utara, mendatangi kediaman korban setelah mendapat informasi hilangnya orangtuanya itu.

“Datanglah dia (Waldir,red) pagi-pagi ke rumah, dia minta bantu agar dilakukan pencarian, maka kita bersama sekira 70 orang warga lainnya langsung melakukan pencarian,” ucapnya.

Meski melakukan pencarian dengan jumlah warga yang cukup banyak, hari demi hari pencarian yang dilakukan belum membuahkan hasil, Ompung Candra belum diketahui keberadaannya.

Pada Minggu (24/11) sekira pukul 15.30 WIB, lanjut Roies, pihak keluarga Ompung Candra mendapat kabar dari warga Desa Hudopa Nauli, bahwa tanda-tanda keberadaan korban telah ditemukan.

“Ada warga di situ (Desa Hudopa Nauli, red) bermarga Sitompul yang saat itu mau melihat jeratnya di hutan. Di sana dia melihat sebuah tas di sekitar Aek Notar, Desa Hudopa Nauli yang diduga milik Ompung Candra yang dipakai saat melayat saat itu. Di situ dia juga mencium bau tak sedap, sehingga dia pulang dan memberitahukan hal itu ke warga kampong. Dan kabar itupun sampai ke pihak keluarga Ompung Candra serta warga kita, mendapat kabar itulah keluarga sama warga kita berangkat menuju Desa Hudopa Nauli,” katanya.

Setelah tiba di lokasi, masih kata Roies, Ompung Candra ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi telentang di sekitar bebatuan yang ada di sungai Aek Notar, Desa Hudopa Nauli.

“Sekitar 50 meter dari tasnya itu ditemukan mayatnya. Langsung dievakuasi, dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa ke rumah duka,” tuturnya.

Disinggung dengan dugaan penyebab kematian Ompung Candra, Roies tidak dapat memastikan, namun diperkirakannya korban meninggal karena terbawa arus sungai Aek Notar.

“Dugaan kita terseret di sungai, mungkin dia entah mau buang air besar, atau apalah, kurang tahu juga kita. Kalau air Aek Notar itu memang dangkal, cuma kalau hujan tinggi juga airnya, waktu itu memang musim hujan di sini,” tuturnya.

Sementara pihak keluarga korban, masih kata Roies, juga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan tidak keberatan atas meninggalnya korban.

“Keluarga juga telah membuat surat pernyataan tidak keberatan atas meninggalnya orang tuanya itu. Sudah ditandatangi itu, langsung datang juga polisi semalam itu,” katanya.

Sesuai informasi yang diperolehnya, pihak keluarga korban direncanakan melakukan pemakaman pada Senin (25/11/2019) di TPU Parsinggarahan, Desa Sipakpahi Aek Lobu.

“Hari ini rencananya dimakamkan, karena kondisi jasadnya juga tidak memungkinkan untuk dilama-lamakan dimakamkan,” tutupnya kemarin. (dh)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close