Berita

Sering Kehilangan Sepedamotor Rumah Sakit Diminta Pasang CCTV

TAPTENG, FaseBerita.ID – Dalam kurun sebulan belakangan, dua kasus kehilangan sepedamotor terjadi di parkiran RSUD Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Mustafa Kamal, warga kompleks Sibuluan Nauli Permai Blok F Nomor 4 Keluruhan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, kehilangan sepedamotor sewaktu menjenguk istrinya yang sedang di rawat di RSUD Pandan.

Sebelumnya, salah seorang warga Kelurahan Pinangsori, Kecamatan Pinangsori juga kehilangan sepedamotor, yang diparkir di area perparkiran RSUD kebanggaan masyarakat Tapteng itu. Hanya kurun dalam waktu 25 menit setelah diparkir, sepedamotor Honda Beat BB 4225 MS warna hitam les merah, raib digondol maling.

Kasus pencurian sepedamotor yang belakangan ini marak terjadi di area perparkiran RSUD Pandan, menuai sorotan dari bebagai kalangan masyarakat.

Tokoh Pemuda Kecamatan Pinangsori, Hasanuddin Siregar (23) angkat bicara. Ia menilai jika kasus curanmor tersebut terjadi disebabkan kurangnya pengawasan dari petugas parkir dan pengelola rumah sakit.

Seharusnya sambung Hasanuddin, pengelola dan petugas parkir mengelola jasa perparkiran dengan profesional dan tidak melakukan pelanggaran aspek operasional klausul baku yang berpotensi merugikan konsumen, yakni dengan meningkatkan pengawasan serta memasang kamera CCTV. Jika pengawasan dan keamanan tidak ditingkatkan, ia meyakini pencurian sepedamotor akan semakin marak.

“Seharusnya pihak pengelola jasa perparkiran menerapkan pengawasan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 69 tahun 2018 tentang Pengawasan Barang Beredar dan/atau Jasa,” ujar Hasanuddin, Rabu (2/10/2019).

Lebih jauh diterangkan, pengelola jasa perparkiran yang melanggar aspek operasional berupa klausul baku sehingga merugikan konsumen, dapat ditindak sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen. Pencantuman klausul baku yang menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha adalah dilarang, dan berdasarkan Pasal 18 ayat (3) UUPK klausul tersebut dinyatakan batal demi hukum.

“Ini tidak main-main lho. Makanya kita minta petugas parkir agar lebih meningkatkan pengawasan dan keamanan di area perparkiran,” tegas Hasanuddin.

Kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan pihak RSUD Pandan, pria muda yang berprofesi sebagai wiraswasta ini berharap, agar segera memasang kamera CCTV disetiap sudut area parkir. Jika hanya menempatkan petugas Satpol PP, menurut Hasanuddin kebijakan tersebut sangat tidak efektif. Buktinya, walaupun lokasi rumah sakit satu tembok dengan kantor kepolisian, tidak membuat nyali pelaku curanmor surut.

“Tidak ada jalan lain, pasang kamera CCTV dan tingkatkan pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (ztm/osi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button