Berita

Sering Dikeruk, Banyak Rongga Menganga di Sungai Pinangsori

Siswi MTs Tewas Tenggelam

FaseBerita.ID – Aktifitas galian C yang dilakukan PT WIS diduga mengakibatkan kerusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Tapteng. Bahkan perusahaan itu dituding telah merubah karakteristik dan ekosistem sungai yang sangat dekat dengan pemukiman penduduk Lingkungan Huta Buntul, Kelurahan Pinangsori, tersebut.

Hal itu diungkapkan Hasbi Matondang (60), salah seorang warga Pinanhsori, Jumat (6/3) lalu kepada wartawan. Dia menyebutkan, aktivitas PT WIS yang mengambil material batu dan pasir untuk keperluan crusher dengan melakukan pengerukan hingga mencapai kedalaman 5 meter, dinilai menjadikan DAS berantakan, sekaligus menciptakan lubuk ataupun rongga sepanjang kurang lebih 100 meter. Namun begitu, sebagian sudah tertutupi sendimen yang hanyut dari hulu sungai.

Lubuk ataupun rongga yang tercipta menjadi daerah yang membahayakan bagi warga sekitar. Bahkan Ermina Manalu (13), warga Lingkungan I Banjar Toba Huta Buntul disebut-sebut menjadi korban dari pengerukan itu.

Siswa kelas VII MTsN Pinangsori ini tewas tenggelam saat mandi sore bersama adiknya, Rabu (4/3) sekira pukul 16.00 WIB lalu. Ermina tewas tenggelam saat hendak menolong adiknya yang berenang kepayahan.

Berita duka itu pun menghebohkan warga sekitar. Beberapa warga yang sedang berada di pinggiran sungai untuk aktivitas MKC (Mandi, Cuci, Kakus), mencoba menolong korban, namun tidak tertolong. Korban ditemukan warga di dalam lubuk yang diduga berlumpur dengan kondisi hidung berdarah.

“Sebelum kehadiran PT WIS, daerah aliran sungai semuanya dangkal. Namun saat ini muncul rongga-rongga menganga di dasar sungai, yang bisa membuat orang tenggelam,” ujar Hasbi.

Disebutkannya, aksi yang diduga dilakukan pihak PT WIS sudah berulangkali mendapat penolakan dari masyarakat, termasuk warga melakukan demonstrasi menuntut PT WIS tidak beroperasi. Bahkan, Brigjen Albiner Sitompul, selaku Ketua Umum Gabema sudah pernah turun ke lokasi, setelah mendapat pengaduan dari warga. Tetapi pihak perusahaan tidak mengindahkannya.

“Sepertinya mereka tidak lagi mengutamakan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Senada, Sonang Sitompul (50) menyebutkan, disamping menciptakan kondisi yang berantakan, aktivitas galian telah menyebabkan sedimentasi di beberapa titik. Tidak tertutup kemungkinan jika hujan deras, air sungai akan meluap dan menggenangi pemukiman warga. Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah lagi, Sonang meminta agar pihak berwenang segera menutup aktivitas PT WIS.

“Tidak ada jalan lain, untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, aktivitas perusahaan harus di stop,” katanya, yang diamini Taviv Sigalingging (34), warga Pinangsori lainnya.

Kapolsek Pinangsori AKP Sugino yang dikonfirmasi wartawan via telepon seluler, Jumat (6/3) lalu, terkait meninggalnya seorang anak sekolah di lubuk ciptaan PT WIS mengaku tidak mengetahui. Kapolsek mengatakan bahwa keluarga korban tidak ada melaporkan. “Kita tidak ketahui itu, keluarga korban juga tidak ada membuat laporan,” jawabnya dari seberang telepon.

Sementara pihak menegemen PT WIS belum ada yang bisa dikonfirmasi. Mukhlis, salah seorang petinggi perusahaan yang bergerak di bidang leveransir dan stone crusher (pengolah batu) ini, yang dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, sepertinya tidak bersedia memberikan keterangan. (ztm)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker