Berita

Sepasang Kekasih ini Gagal Jual Sabu

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Polisi menangkap pasangan kekasih dari kawasan Rusunawa Jolong Basusuk Sibolga. Dari tangan keduanya, disita barang bukti dua paket sabu-sabu yang disimpan dalam kotak rokok.

Adalah pria berinisial WH (24) warga Jalan Kolonel EE Sigalingging, Kelurahan Aek Parombunan, Sibolga Selatan yang ditangkap tersebut. Saat itu ia sedang bersama wanita berinisial DMS (25) warga Kelurahan Mela II Paccur Sikkit, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Senin (16/9/2019), mengatakan penangkapan keduanya bermula dari informasi masyarakat. Saat ditangkap, DMS  sempat berusaha menghilangkan barang bukti, dengan cara membuang sabu yang dipegangnya. Beruntung, petugas melihat dan menyuruh DMS mengambilnya.

“Awalnya Kasat Narkoba Iptu Rudi Sitorus memerintahkan KBO Narkoba Ipda P Sihotang melakukan penyelidikan dan pendalaman atas info yang telah diterima terkait adanya pasangan kekasih yang membawa sabu. Sabtu (14/9/2019) sekira pukul 21.00 WIB, petugas melihat keduanya naik Honda Vario putih di Jalan KH A Dahlan, dekat Rusunawa,” terang Sormin.

Polisi lalu melakukan penghadangan. Saat itu DMS yang duduk di boncengan tampak membuang sesuatu. Setelah dicek, ternyata yang dibuang adalah kotak rokok berisi dua bungkus sabu-sabu yang terbungkus plastik bening. Setelah ditimbang, beratnya 0,5 gram. Kemudian, ditemukan 1 unit handphone serta dari saku celana disita uang Rp200 ribu. Turut juga disita 1 unit Honda Vario putih,” kata Sormin.

Dari hasil tes, urine keduanya positif mengandung amphetamine dan marijuana. Keduanya pun diketahui berstatus pacaran, namun telah tinggal serumah.

“WH belum pernah dihukum dan belum berumah tangga. Sedangkan DMS juga belum pernah dihukum, namun sudah berumah tangga dan punya seorang anak. Tahun 2016 dia berpisah dengan suami, kemudian berpacaran dengan WH dan tinggal serumah,” ungkapnya.

Kepada penyidik, keduanya mengaku memeroleh barang haram tersebut dari seseorang yang identitasnya masih dirahasiakan, seharga Rp450 ribu dan belum dibayar. Rencananya, sabu tersebut akan dijual kepada seseorang yang identitasnya juga masih dirahasiakan oleh polisi seharga Rp550 ribu.

“Kronologinya, saat itu WH dan DMS berada di sebuah arena permainan biliar di sekitar Kelurahan Aek Parombunan. Saat keduanya asyik bercerita, masuk chat atau pesan singkat dari seseorang yang identitas telah dikantongi. Isi chat itu menanyakan siapa yang jual sabu,” ujar Sormin menceritakan pengakuan pasangan kekasih tersebut.

Masih melalui chat, WH menjawab ia mempunyai kawan yang menjual sabu. Kemudian, keduanya pergi naik sepedamotor ke sebuah tempat yang biasa disebut dengan Kampung Batak untuk berbelanja sabu.

“Saat itu, si penjual sempat berpesan kepada keduanya, kalau ada yang mau ambil banyak ia stand by,” terang Sormin.

Setelah itu, keduanya pulang ke kos di daerah Tano Ponggol dan meletakkan sabu-sabu tersebut di ventilasi rumah. Karena hujan, sabu tidak jadi diantar. Keesokan harinya, sabu tersebut dibagi menjadi tiga paket dan dimasukkan ke kotak rokok bekas. Kemudian, WH mengajak kekasihnya mengantar pesanan sabu. Di sekitar Rusunawa Sibolga, keduanya ditangkap polisi.

“Dilakukan juga penggeledahan di rumah kos keduanya. Dari dalam kamar ditemukan satu unit timbangan digital warna silver. Tersangka mengaku mengenal orang yang memberikan sabu-sabu. Dan mengetahui orang tersebut baru saja keluar dari Lapas,” pungkasnya.

Keduanya ditahan di RTP Polres Sibolga. WH dikenakan Pasal 114 ayat 1 Subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132. Sedangkan DMS, dikenakan Pasal 114 ayat 1 Subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 dan atau pasal 131 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. (ts)

iklan usi



Back to top button