Berita

Sengketa Tanah di Tobasa Diduga Libatkan Mafia Tanah 

TOBASA, FaseBerita.ID -Sengketa tanah seluas 47 hektare di Desa Sionggang Selatan, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), diduga melibatkan mafia tanah.

Hal ini disampaikan Jahoras Manurung (48) warga Parsaoran Sibisa, Kecamatan Ajibata, Tobasa, kepada sejumlah wartawan, Senin (16/12).

Menurut Jahoras, dugaannya itu bukan tidak berdasar. Pasalnya, tanah warisan dari nenek moyangnya Ompu Sosuharon Manurung dan Ompu Sanduduk Manurung telah diperjual-belikan oleh orang lain.

Bahkan, Badan Pertanahan telah menerbitkan sertifikat tanah atas tanah tersebut, namun atas nama orang lain pada November 2017. Padahal sebelumnya, kata Jahoras, pihaknya telah mengajukan gugatan ke PTUN pada Agustus 2017.

Berdasarkan hal tersebut pula pihaknya mengajukan gugatan perkara di Pengadilan Negeri Tobasa. Di mana  proses persidangannya sudah  memasuki tahap putusan yang direncanakan hari ini, Rabu (18/12) mendatang.

Ia pun menyampaikan beberapa hal janggal lainnya atas tindakan Kepala Desa Sionggang Selatan yang diduga telah melakukan pemalsuan dokumen. Di  Tahun 1990, katanya, ia selaku kuasa dari ahli waris menyewakan tanah terperkara tersebut ke pihak ketiga (perusahaan). Perjanjian sewa menyewa itu pun dilegitimasi oleh kepala desa.

Terakhir, tahun 2016, Kepala Desa malah mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) objek perkara tersebut atas nama orang lain. “Kita telah melewati berbagai proses perkara dan tahapannya, rencana Rabu 18 Desember besok, akan sidang putusan di PN Tobsa,” tuturnya.

Disampaikan Jahoras, hal mendukung lainnya, dalam perkara perdata lain dimenangkan oleh pemilik yang mencantumkan tanah mereka sebagai batas. Jahoras pun mengaku telah melaporkan pemalsuan dan penyerobotan tersebut ke pihak kepolisian. Kepala Desa Sionggang Selatan Luhut Manurung yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum berhasil dihubungi.(fe)



Unefa

Pascasarjana

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close