Berita

Sengketa Harta Bersama, Mantan Istri Anggota DPRD Tapsel Menang Banding

FaseBerita.ID – ZH, mantan istri seorang oknum anggota DPRD Tapanuli Selatan yang mengajukan banding atas sengketa harta bersama, dimenangkan Pengadilan Tinggi Agama Medan.

Majelis hakim memutuskan, seluruh harta bersama mereka selama perkawinan dibagi dua, dan ZH mendapat setengah bagian (50 persen).

Kuasa hukum ZH, Marwan Rangkuti mengatakan, Majelis hakim Pengadilan Tinggi Agama Medan yang terdiri dari Ghozali Husein Nasution selaku Ketua Majelis Hakim Tinggi dan Rafi’uddin serta Zubaedah Hanoum selaku Hakim Anggota dalam putusannya pada tanggal 22 Juni 2020 No. 68/Pdt.G/2020/PTA.Mdn atas perkara harta bersama antara kliennya ZH dengan MFS (oknum anggota DPRD Tapsel) telah memenangkan banding kliennya. Dan membatalkan Putusan PA Kota Padangsidimpuan No.235/Pdt.G/2019/PA-Pspk.

Marwan mengatakan, dalam putusan banding itu, Hakim Tinggi menyatakan harta-harta berupa 2 unit Ruko bertingkat tiga yang terletak di Jalan Imam Bonjol (Depan Galon SPBU Padangmatinggi) Padangsidimpuan, Ruko 4 pintu di Jalan Baru By Pass, serta Seluruh perlengkapan Jasa Usaha kafe senilai Rp300 juta adalah merupakan harta bersama antara ZH dan MFS.

“Sesuai relas pemberitahuan putusan banding dari PA Kota Padangsidimpuan pada Selasa 20 Juli 2020 melalui juru sita, putusan PTA Medan telah memenangkan banding klien kami (Zelfi Hatima), dan menyatakan harta-harta yang selama ini dikuasai dan diakui milik MFS adalah harta bersama karena diperoleh selama perkawinan mereka sebelumnya,” kata Marwan Rangkuti, Minggu (26/7).

Marwan menjelaskan, majelis hakim tinggi medan juga menyatakan, dari keseluruhan harta bersama tersebut diberikan setengah bagian atau sebanyak 50 persen kepada ZH. Dan setelah berkekuatan hukum tetap, bila tidak dibagi, maka kliennya akan segera mengajukan pelelangan.

“Bilamana nantinya perkara ini telah inkrah dan MFS tidak bersedia menyerahkan secara sukarela atas setengah bagian dari harta-harta bersama yang telah ditetapkan itu. Maka klien akan mengambil langkah hukum dan mengajukan eksekusi pelelalangan untuk mendapatkan haknya,” ucap Marwan.

ZH mengatakan, ia sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Majelis Hakim Tinggi PTA Medan yang telah memenangkan perkaranya di tingkat banding. Sebab sebelumnya, berdasarkan putusan PA Kota Padangsidimpuan hak-haknya atas harta bersama itu, tidak diputus secara adil. Dan mengajukan keberatan ke PTA Medan.

“Alhamdulillah, ternyata banding saya dikabulkan Hakim Tinggi Agama Medan dan harta yang selama ini hanya diakui miliknya dan dinikmatinya telah dinyatakan adalah harta bersama selama perkawinan kami sebelumnya,” ujar ZH.

ZH mengatakan, dia berharap setengah dari harta-harta itu yang nantinya dapat digunakan untuk membiayai sekolah dan kehidupan anak-anaknya juga dirinya ke depan.

“Semoga hingga perkara ini selesai tuhan masih memberikan kebaikan dan kemudahan bagi saya untuk mendapatkan hak-hak saya itu,” ujar ZH sedih. (yza)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button