Berita

Selesai Dibangun, GOR Padang Lawas Tak Kunjung Difungsikan

FaseBerita.ID – Gedung Olahraga (GOR) di Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas (Palas) hampir setahun sudah selesai pembangunannya. Namun tak kunjung difungsikan. Menindak lanjuti itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Palas Ali Jambi Hasibuan terkesan plin plan.

Gedung yang bersumber dana dari kemenpora RI tersebut awalnya diklaim kadis sudah layak pakai. Tapi tetap saja, belum difungsikan.

Disinggung fasilitas sarana prasarana pendukung seperti pagar pembatas tribun penonton, CCTV, audio, dan lainnya yang belum dilengkapi sesuai perencanaan awal, Kadis mengaku sudah lengkap. Hanya saja, RAB (rencana anggaran biaya, red) sempat diubah (CCO). Dialihkan ke tiang tengah. “Inilah rencananya dianggarkan dari APBD tahun 2020 ini. Tapi karena Covid, nggak tahu dipotong atau tidak,” ungkap Ali Jambi.

Terkait penyerahan gedung dari pihak ketiga kepada Pemda, kadis juga tidak tahu. Padahal, berkas FHO sudah sejak lama berada di meja kadis.

“Belum,” katanya. “Sudah pak, ini,” timpal salah satu staf dispora yang saat dipanggil dan ditanyai kadis.

Mahasiswa Akan Laporkan Beberapa Temuan GOR

Pembangunan gedung olahraga (GOR) bertipe B di Kabupaten Padang Lawas tahun 2019 yang menelan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 13 miliar, diduga tidak sesuai dengan peraturan menteri Pemuda dan olahraga (Permenpora) nomor 5 tahun 2019 tentang petunjuk operasional penggunaan DAK fisik bidang pendidikan subbidang olahraga tahun 2019. Pasalnya, proyek GOR dari Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) tersebut, ditemukan banyak item-item pembangunan GOR yang disinyalir Mark-Up. Diduga tidak dikerjakan sesuai dengan petunjuk dalam Permenpora.

“Saat kita tanya dengan pihak Dinas yang terkait, mengapa pembangunan GOR tipe B sepertinya tidak sesuai dengan Permenpora nomor 5 tahun 2019, mereka bilang anggarannya tidak cukup. Menurut saya kalau tidak cukup kenapa diterima,” ungkap pemerhati pembangunan palas yang juga mahasiswa UMJ, Idham Hasibuan kemarin.

Perlu diketahui, berikut beberapa sarana GOR Tipe B berdasarkan Permenpora nomor 5 tahun 2019. Yang harus disediakan pada GOR tipe B berdasarkan Permenpora nomor 5 tahun 2019 sebegai berikut : Pembangunan baru GOR tipe B termasuk menyiapkan prasarana dan sarana sebagai implementasi peraturan perundang-undangan yang harus ditaati untuk mendukung aktivitas masyarakat khususnya peserta didik di bidang olahraga.

Adapun menu kegiatan yang tersedia pada pembangunan GOR tipe B yakni, (1) empat lapangan bulu tangkis berstandar internasional. (2). Satu lapangan Voli berstandar internasional. (3) satu lapangan Basket berstandar internasional. (4). Satu lapangan Futsal bersandar internasional. (5) satu lapangan tenis berstandar internasional. (6). Satu lapangan sepak takraw berstandar internasional. Apa bila dibutuhkan, arena GOR tipe B juga dapat dipergunakan untuk cabang olahraga lainnya yang tidak membutuhkan lapangan khusus, seperti beladiri dan senam.

Keseluruhan cabang olahraga tersebut diatas, prasarana yang harus dipenuhi sebagai kebutuhan dasar diantaranya : 1). Ruang TechnicalMeeting/Media dan Konfrensi Pers. (2). Ruang Ganti untuk wasit dan juri. (3) Ruang medis/tes doping. (4). Ruang Rehat pemain. (5) Ruang pemanasan dan latihan beban. (6) Ruang kantor pengelola. (7). Ruang gedung alat olahraga dan kebersihan. (8) ruang kontrol sound system,games/big screen, CCTV, Lightning). (10) Ruang Pos Kemanan. (11) kapasitas jumlah tempat duduk minimal 1000-3000 orang.

Selain itu, pembangunan GOR tipe B yang menggunakan DAK, harus memiliki komitmen tertulis dari DPRD untuk : (1). Pernyataan memanfaatkan GOR secara gratis bagi satuan pendidikan. (2) Pernyataan menyediakan anggaran daerah untuk pemeliharaan.

“Kami dengar DPRD Kabupaten Padang Lawas meloloskan anggaran untuk bangunan dan penunjang, padahal daerah hanya mengeluarkan biaya pemeliharan, kalau ada niat mereka membuat tumpang tindih anggaran terserah mereka, yang jelas tugas kami sebagai pemerhati setiap menemukan kejanggalan kami akan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum,” tukas Idham dan Zulsaddam. (tan)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button